RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung program creating shared value (CSV) Bakti BCA, kembali memperluas akses kesehatan mata bagi generasi muda melalui program “Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang”. Dalam program ini, BCA melakukan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan bagi pelajar, serta diakhiri dengan seremoni penyerahan bantuan kacamata bagi pelajar.
Seremoni penyerahan bantuan kacamata kepada para pelajar penerima manfaat diselenggarakan di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, pada Jumat (25/9). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, serta perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan pelajar dan sekolah penerima manfaat.
Sejak awal April 2026, BCA telah melaksanakan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan di 16 sekolah di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, dengan total lebih dari 3.500 pelajar telah mendapatkan pemeriksaan mata. Dari jumlah tersebut, sebanyak kurang lebih 1.000 pelajar teridentifikasi mengalami gangguan mata dan mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhan, termasuk bantuan kacamata korektif dan vitamin mata.


Hal tersebut sejalan dengan data Kementerian Kesehatan yang mencatat sekitar 3,6 juta anak Indonesia masih mengalami kelainan refraksi yang belum ditangani dengan penggunaan kacamata. Adapun, kondisi tersebut berpotensi menghambat tumbuh kembang dan kualitas hidup anak.
Rano Karno mengungkapkan apresiasinya kepada BCA yang telah menyelenggarakan program “Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang”. Ia pun menyoroti kebiasaan anak-anak saat ini yang kerap menggunakan gawai melebihi batas waktu. Alhasil, potensi anak mengalami gangguan mata dapat meningkat.
“Saya atas nama Pemprov DKI mengucapkan terima kasih kepada BCA yang telah memberikan hadiah kacamata kepada anak-anak kita. Pesan saya untuk anak-anak, kalian perlu disiplin dalam menggunakan handphone maupun komputer karena terkadang kita tidak sadar kalau sudah terlalu lama dan dapat mengganggu kesehatan mata,” ujar Rano Karno.
Dalam kesempatan yang sama, Antonius Widodo Mulyono menambahkan program ini merupakan bagian dari komitmen Bakti BCA dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pelajar. Menurutnya, deteksi dini pada penglihatan perlu difokuskan pada anak-anak sebagai generasi masa depan Indonesia.
“Kesehatan mata kini telah menjadi salah satu tantangan krusial yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Kami berharap pemeriksaan sejak dini dan dukungan kacamata korektif dapat membantu para pelajar melihat dengan lebih baik, sehingga mereka dapat belajar dan berkembang secara lebih optimal.” ujar Antonius Widodo.
Sementara itu, Hera F. Haryn menambahkan pelaksanaan di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu juga menjadi upaya BCA untuk memperluas akses pemeriksaan kesehatan mata ke wilayah yang memiliki tantangan akses layanan kesehatan, terutama di kawasan kepulauan. Melalui program ini, BCA menghadirkan layanan pemeriksaan mata secara langsung ke sekolah-sekolah sehingga pelajar dapat memperoleh akses deteksi dini tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Ia menjelaskan Kepulauan Seribu menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus dalam pelaksanaan program tahun ini. Kondisi geografis kepulauan membuat akses terhadap layanan kesehatan mata tidak selalu mudah dijangkau, baik dari sisi ketersediaan tenaga medis maupun fasilitas pemeriksaan.
“Melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang dengan melakukan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan bagi pelajar, BCA berupaya memperluas akses kesehatan mata bagi pelajar, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.” ujar Hera F. Haryn.
Program ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan penglihatan yang sebelumnya dilakukan di Bandung Raya pada 2025. Pada pelaksanaan perdana tersebut, lebih dari 2.100 pelajar di lima sekolah mendapatkan pemeriksaan mata secara komprehensif, dengan lebih dari 300 bantuan kacamata korektif dan vitamin mata diberikan kepada pelajar yang membutuhkan.
Melalui keberlanjutan program ini, BCA berharap semakin banyak pelajar Indonesia memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan mata sejak dini. Dengan penglihatan yang lebih baik, para pelajar diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman dan optimal serta memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih prestasi. (bps/*)











