Berita Bekasi Nomor Satu

Emak-emak Bekasi Nge-Dance di Ruangan Bersuhu Minus 10 Derajat

LOMBA DANCE: Sejumlah peserta mengikuti perlombaan dance di dalam ruangan bersalju dengan suhu mencapai minus 10 derajat Celsius di First Frozen Kingdom, Bekasi, Minggu (4/10/2026). FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Biasanya, emak-emak tampil nge-dance di ruangan dengan suhu normal. Namun, kali ini mereka harus mengeluarkan energi sambil menahan dinginnya suhu hingga minus 10 derajat Celsius.

Momen tak biasa itu terjadi dalam perlombaan dance yang digelar di First Frozen Kingdom, Revo Mall Bekasi, Minggu (4/10/2026).

Belasan peserta mengikuti perlombaan tersebut. Tak hanya harus menghafal gerakan dan menjaga kekompakan, mereka juga ditantang beradaptasi dengan suhu dingin serta permukaan lantai yang terkadang licin.

Pemilik First Frozen Kingdom, Kartika Sari, mengatakan kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi. Total terdapat sekitar 13 peserta, sementara sekitar 200 orang hadir sebagai pendamping dan suporter.

“Perlombaan line dance kali ini 100 persen sukses. Animo masyarakat dan peserta benar-benar sangat antusias,” kata Kartika.

Ia mengatakan konsep menari di atas salju memang sengaja dibuat berbeda dari perlombaan pada umumnya.

“Memang ini keinginan saya. Biasanya lomba line dance digelar di dalam maupun luar ruangan dengan suhu yang normal. Saya kemudian berpikir, bagaimana kalau line dance dilakukan di atas salju?” ujarnya.

Menurut Kartika, kondisi dingin menjadi tantangan tersendiri bagi peserta karena mereka harus tetap menjaga gerakan meski berada di suhu yang tidak biasa.

“Jadi, dengan suhu yang cukup dingin, peserta lomba harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Itu yang menjadi tantangannya,” lanjutnya.

Kartika berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan perdana. Ia berencana kembali menggelar perlombaan serupa dengan persiapan yang lebih matang.

“Saya berusaha agar kegiatan ini tidak hanya digelar sekali. Kemungkinan besar akan kami adakan kembali dengan persiapan yang lebih matang, karena kali ini persiapannya hanya sekitar satu bulan.” jelasnya

Salah satu peserta, Yula Diani dari New Line Dance Galaxy, mengaku hanya berlatih selama sekitar dua minggu sebelum mengikuti perlombaan. Hasilnya, Yula berhasil meraih juara pertama dalam kategori yang diikutinya.

Ia mengaku pengalaman menari di atas salju menjadi sesuatu yang berbeda dan justru terasa menyenangkan.

“Seru, seru, seru! Tidak berkeringat, enaknya gitu. Kita gerakannya kan energi penuh,” kata Yula.

Yula juga berharap kegiatan serupa kembali digelar. Namun, ia menilai area untuk melakukan gerakan atau jamming masih perlu diperluas karena terdapat sejumlah properti di lokasi. (rez)