Berita Bekasi Nomor Satu

PSEL Bantargebang Buka Peluang 1.000 Lapangan Kerja

SOSIALISASI : Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyosialisasikan peluang kerja dalam proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang kepada siswa SMKN 1 dan SMKN 2 Kota Bekasi, Selasa (13/10/2026). RAIZA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang diproyeksikan membuka peluang hingga 1.000 lapangan kerja. Pemerintah Kota Bekasi mulai menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar mampu bersaing mengisi kebutuhan tenaga kerja di fasilitas tersebut.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyosialisasikan peluang kerja itu kepada siswa SMKN 1 dan SMKN 2 Kota Bekasi, Selasa (13/10). Kegiatan tersebut menjadi upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan SMK lokal.

“Kita ingin anak-anak SMK di Kota Bekasi tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Potensi 1.000 lapangan kerja di PSEL ini kita buka aksesnya agar anak-anak kejuruan kita yang memiliki kompetensi bisa langsung daftar dan bersaing,” ujar Tri.

Menurutnya, peluang tersebut terbuka bagi lulusan jurusan teknik, kelistrikan, dan bidang kejuruan lain yang relevan dengan operasional fasilitas. Namun, proses perekrutan tetap mengikuti kebutuhan serta persyaratan yang ditetapkan pengelola proyek.

Selain membuka peluang kerja, PSEL Bantargebang direncanakan mampu mengolah sekitar 1.200 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di Kota Bekasi.

Meski demikian, Tri mengungkapkan masih ada sekitar 300 ton sampah per hari yang belum terakomodasi dalam kapasitas pengolahan tersebut. Karena itu, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan teknologi pengolahan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“PSEL akan mengelola 1.200 ton sampah menjadi energi listrik. Namun, masih ada PR sekitar 300 ton sampah per hari yang belum ter-cover. Diperlukan kolaborasi dan kesadaran bersama dalam mengelola serta mengurangi sampah dari hilir hingga hulu,” tegasnya. (rez)