Berita Bekasi Nomor Satu

TPST Kertamukti Belum Beroperasi Penuh, Kesiapan Peralatan Operasional Disorot

MEMILAH SAMPAH: Pekerja memilah sampah di TPST Kertamukti, Cibitung, beberapa waktu lalu.ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID,BEKASI– Fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertamukti hingga kini belum beroperasi secara penuh meskipun proses serah terima dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah dilakukan sejak Juli 2025 lalu.

Masih menumpuknya berbagai persoalan teknis dan administratif membuat pengawasan serta tata kelola fasilitas tersebut belum optimal.

Menyikapi itu, Plt  Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa pembenahan TPST Kertamukti terus dilakukan dan tidak boleh berhenti pada penyediaan sarana fisik saja.

Menurutnya, keberlanjutan sistem pengolahan sampah menjadi energi terbarukan ini sangat bergantung pada kesiapan kelembagaan serta jaminan pembiayaan harian.

“Kita perlu memastikan seluruh aspek pendukungnya dipersiapkan dengan baik, sehingga infrastruktur dan peralatan yang tersedia nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Asep di Cikarang Pusat.

Asep menyebut, evaluasi akan dilakukan mencakup kelengkapan dokumen administrasi kontrak, pembenahan fisik pasca rehabilitasi, hingga kesiapan peralatan operasional di lapangan.

Pihaknya menginstruksikan seluruh dinas teknis untuk segera mengidentifikasi hambatan yang ada, memperketat pengawasan pekerjaan, dan membagi porsi tanggung jawab secara presisi dengan pihak pelaksana.

“Kita ingin setiap kendala yang ada dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya. Koordinasi dengan pemerintah pusat, tim pendamping, dan pihak pelaksana harus terus diperkuat,” tambahnya.

Asep juga menggarisbawahi pentingnya mitigasi jangka panjang setelah masa rehabilitasi dan optimalisasi TPST Kertamukti dinyatakan tuntas. Kejelasan struktur pengelola, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), jadwal pemeliharaan mesin, hingga kepastian alokasi anggaran operasional menjadi kunci utama agar TPST tidak mangkrak di kemudian hari.

Ia berharap ke depan, TPST Kertamukti dapat memberikan dampak nyata yakni mengurangi beban sampah masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng.

“Sehingga upaya peningkatan pengelolaan sampah ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung lingkungan Kabupaten Bekasi yang lebih baik,” pungkasnya. (ris)