RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Rencana Timnas Indonesia menghadapi Yordania pada FIFA Match Day November 2026 belum sepenuhnya aman. PSSI masih memantau perkembangan situasi di Timur Tengah sebelum memutuskan apakah laga tandang tersebut tetap digelar sesuai jadwal.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Internasional Amman, Yordania, pada 13 November itu masih bergantung pada kondisi keamanan di kawasan tersebut.
Erick menilai situasi Timur Tengah saat ini mengkhawatirkan. Karena itu, PSSI belum ingin mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan keselamatan para pemain.
BACA JUGA: Menang Adu Penalti, Timnas Indonesia Kunci Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026
“Memang situasi di Timur Tengah ini menjadi hal-hal yang mengkhawatirkan. Kemarin Yordania saja baru menyerang Suriah setelah penyerangan di sebuah rumah ibadah. Ya ini cukup prihatin,” kata Erick, Kamis (29/10/2026).
Dia mengatakan PSSI masih menunggu perkembangan situasi keamanan sebelum memastikan kelanjutan pertandingan. Keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama dalam menentukan langkah berikutnya. “Kami masih menunggu security issue dari polemik yang terjadi di sana. Apalagi kami lihat, kan, beberapa negara juga dalam situasi yang tidak pasti di Timur Tengah. Safety pemain harus prioritaskan,” ujarnya.
Di sisi lain, PSSI belum menemukan lawan alternatif apabila pertandingan melawan Yordania tidak dapat dilaksanakan. Erick menyebut keputusan mengenai agenda Timnas Indonesia pada November akan diambil dalam satu hingga dua hari ke depan. “Ini yang mungkin ya satu-dua hari ke depan, kami harus ambil keputusan seperti apa. Yang pasti, tentu kami harus bekerja sama antara pemerintah, memastikan keselamatan pemain tentu,” kata dia
Meski menghadapi ketidakpastian, Erick memastikan Timnas Indonesia tidak akan menggelar pertandingan kandang pada periode tersebut. Skuad asuhan John Herdman tetap diarahkan menjalani laga tandang sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi, yang dimulai Januari mendatang. (jpnn)











