RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bantuan benih bagi petani terdampak banjir di Kabupaten Bekasi belum sepenuhnya merata.
Samsudin (50), petani asal Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang, mengatakan lahan garapannya masih tergenang air setinggi sekitar 20 cm. Letak sawah yang lebih rendah dan berdekatan dengan anak sungai membuat air tak kunjung surut.
“Ada sekitar 10 hektar sawah yang kerendem di sini,” ucapnya, Rabu (25/2).
Ia mengaku hingga kini belum mendapat bantuan benih. Padahal, pada banjir tahun lalu, pemerintah sempat menyalurkan bantuan serupa. Untuk mengurangi kerugian, ia bersama petani lain berupaya menyelamatkan benih padi dengan memindahkannya ke tempat yang lebih aman dari genangan.
Samsudin berharap bantuan segera menjangkau wilayah Tambelang.
“Tolong perhatiin juga petani yang ada di perbatasan Tambelang-Sukawangi ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, menyatakan penyaluran bantuan benih dilakukan secara bertahap. Berdasarkan pendataan, sekitar 1.031 petani terdampak banjir.
“Bantuan benih ini kami salurkan secara bertahap, total 12.775 kilogram sudah terpenuhi,” terang Dodo.
Sejak Senin (23/2) hingga Rabu (25/2), distribusi dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Karanganyar, Kecamatan Karangbahagia, serta Sukakarya hingga Cabangbungin. Pada tahap pertama, sebanyak 10.225 kilogram benih telah disalurkan dari total alokasi 12.775 kilogram.
Dodo meminta petani yang belum menerima bantuan untuk bersabar. Dinas Pertanian, kata dia, akan mempercepat distribusi agar jadwal tanam tidak mundur terlalu jauh dan kerugian petani dapat ditekan.
“Bantuan ini untuk membantu petani yang terdampak banjir agar bisa segera kembali menanam dan memulihkan produksi pertanian. kami berharap benih dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya, sehingga produksi padi tetap terjaga dan petani bisa kembali beraktivitas secara optimal,” tandasnya. (ris)











