Berita Bekasi Nomor Satu

SPPG Jaga Menu MBG Tepat dan Layak Sampai ke Penerima Manfaat

Paket MBG untuk siswa SDN Bintara II, Kecamatan Bekasi Barat. FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sorotan terhadap isi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperbaiki kualitas sekaligus memastikan menu yang dibagikan sesuai anggaran yang dialokasikan.

Hari ini, Yayasan Kasih Persada Nusantara meninjau langsung pendistribusian MBG di SDN Bintara II, Kecamatan Bekasi Barat. Sebagai salahsatu mitra Badan Gizi Nasional (BGN), yayasan ini memastikan paket yang disalurkan SPPG Kranji I layak dikonsumsi siswa.

“Kita memastikan betul bahwa makanan yang sudah disiapkan itu harus tepat dan layak sampai ke penerima manfaat. Hari ini Yayasan Kasih Persada Nusantara tepatnya SPPG Kranji I turun langsung, ke depan kita akan pastikan dan berkomitmen untuk terus menjadi lebih baik,” ujar PIC Yayasan Kasih Persada Nusantara, Fandi Achmad Maulana, Rabu (4/3).

Selama berada di sekolah, Fandi berkomunikasi dengan penanggung jawab program serta orangtua siswa. Ia mengaku telah menerima berbagai masukan dan saran sebagai bekal perbaikan di waktu mendatang.

“Karena sejatinya program ini perlu terus dilakukan perbaikan hingga mencapai hal-hal yang kita harapkan bersama. Contohnya tidak ada lagi namanya kasus keracunan, tidak ada lagi orangtua murid memprotes terkait isian menu, itu semua butuh evaluasi-evaluasi di lapangan,” ujarnya.

BACA JUGA: MBG di Bekasi Tuai Protes, Orangtua Soroti Porsi Minim hingga Transparansi Anggaran

Pekan ini, menu didistribusikan untuk enam hari ke depan menyusul tengah dilakukan pergantian manajemen di SPPG Kranji I. Namun, ia menjanjikan pekan depan distribusi akan kembali berjalan sesuai rekomendasi BGN, yakni maksimal untuk tiga hari.

Paket MBG yang diterima siswa terdiri atas susu satu liter, keju, dua telur rebus, dua pisang ambon, dan roti tawar untuk menu kecil. Menu besar mendapat tambahan kornet sapi. Fandi memastikan komposisi tersebut telah memenuhi kebutuhan gizi anak.

PIC Yayasan Kasih Persada Nusantara, Fandi Achmad Maulana, berkomunikasi dengan Penanggungjawab MBG SDN Bintara II, Ahmad Lauhil Mahfudz, Rabu (4/3). FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

“Terkait dengan menu, kami selaku yayasan atau mitra itu selalu berkoordinasi dengan ahli gizi, apa saja yang direkomendasikan oleh ahli gizi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, total anggaran menu besar sebesar Rp15 ribu, dengan rincian Rp10 ribu untuk bahan baku, Rp2 ribu insentif fasilitas mitra, dan Rp3 ribu biaya operasional seperti gaji relawan. Adapun menu kecil mengalokasikan Rp8 ribu untuk bahan baku, Rp2 ribu insentif fasilitas, dan Rp3 ribu operasional.

Sementara itu, penanggungjawab MBG SDN Bintara II, Ahmad Lauhil Mahfudz, menyebut paket MBG yang diterima sesuai dengan harapan orangtua siswa.

“Alhamdulillah menu MBG hari ini sangat sesuai apa yang diinginkan oleh pihak sekolah dan orangtua murid. Yang terpenting ada susu dan intinya makanya layak, itu saja keinginan orangtua,” ungkapnya.

Sejumlah masukan dari orangtua selama Ramadan antara lain pembagian paket maksimal tiga hari sekali serta menjaga konsistensi kualitas makanan. (sur)