RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat komitmen untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Harris Bobihoe, berbagai langkah strategis dilakukan guna menjawab tantangan lingkungan di wilayah perkotaan yang terus berkembang.
Melalui peran strategis Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi (DLH), pemerintah daerah menghadirkan sejumlah program inovatif yang berfokus pada pengelolaan sampah, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat turut memunculkan berbagai persoalan lingkungan yang harus ditangani secara serius dan terintegrasi.
Menurutnya, DLH Kota Bekasi terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah, mulai dari optimalisasi sarana dan prasarana kebersihan, penataan zona pembuangan sampah di TPA Sumur Batu, hingga penguatan edukasi lingkungan kepada masyarakat dan sekolah.
“Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern, efektif, dan partisipatif,” ujarnya.
Salah satu program unggulan yang terus didorong adalah pengembangan bank sampah di berbagai wilayah Kota Bekasi. Program yang diinisiasi oleh Wali Kota Bekasi ini bertujuan memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku warga agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.015 bank sampah telah terbentuk dan tersebar di berbagai wilayah Kota Bekasi. Keberadaan bank sampah tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Selain itu, komitmen terhadap lingkungan juga ditunjukkan melalui sektor pendidikan melalui program Sekolah Adiwiyata. Sejumlah sekolah di Kota Bekasi berhasil meraih penghargaan pada berbagai tingkatan.
Sebanyak 15 sekolah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat kota, 6 sekolah meraih penghargaan tingkat provinsi, dan 5 sekolah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional.
“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Kota Bekasi dalam mendorong pendidikan yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui program Adiwiyata di sekolah,” ungkapnya.
Tak hanya itu, DLH Kota Bekasi juga mengembangkan Program Kampung Iklim (Proklim) sebagai upaya meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. Melalui rangkaian workshop yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah, hingga kini telah terbentuk 30 lokasi Proklim yang tersebar di sejumlah kelurahan.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. DLH Kota Bekasi juga terus melakukan pendampingan agar setiap lokasi Proklim dapat berkembang secara berkelanjutan dan berpotensi meraih pengakuan hingga tingkat provinsi maupun nasional.
Upaya menjaga kualitas lingkungan juga dilakukan melalui program Kali Bersih. Dalam program ini, DLH Kota Bekasi berhasil mengangkut sekitar 6.356 meter kubik sampah dan gulma dari aliran sungai di wilayah kota.
Selain itu, pengujian kualitas emisi kendaraan bermotor juga dilakukan secara berkala terhadap kendaraan masyarakat maupun kendaraan dinas milik pemerintah daerah guna mengendalikan pencemaran udara.
Di sisi lain, penanganan longsoran sampah di TPA Sumur Batu juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memastikan sistem pengelolaan sampah tetap berjalan dengan baik dan aman.
“Sejumlah program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengendalikan dampak lingkungan serta memastikan pengelolaan sampah tetap berjalan dengan baik,” jelas Kiswanti.
DLH Kota Bekasi juga terus melakukan evaluasi serta peningkatan sistem pengelolaan di TPA Sumur Batu, termasuk memperkuat standar operasional penataan timbunan sampah.
Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan pengelolaan sampah di Kota Bekasi dapat berjalan lebih tertata, aman, dan berkelanjutan sehingga mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.(*/pay)











