Berita Bekasi Nomor Satu

3.447 Paket Sembako Murah Didistribusikan Terbatas di Cikarang Utara dan Babelan

OPADI: Pekerja mendistribusikan paket sembako murah kepada petugas dsebelum didistribusikan ke masyarakat di Kantor Kecamatan Cikarang Utara, Kamis (12/3). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 3.447 paket sembako murah didistribusikan terbatas di Kecamatan Cikarang Utara dan Kecamatan Babelan. Dua wilayah ini dinilai paling rentan terhadap gejolak harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Distribusi tersebut merupakan bagian dari program Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi). Dalam program ini, masyarakat dapat memperoleh paket sembako berisi beras premium tiga kilogram, minyak goreng premium satu liter, gula pasir satu kilogram, dan tepung terigu satu kilogram hanya dengan membayar Rp40 ribu. Harga tersebut jauh di bawah harga pasar yang mencapai sekitar Rp90 ribu per paket karena adanya subsidi pemerintah sebesar Rp50 ribu.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmy Yenti, mengatakan distribusi paket dilakukan berdasarkan tingkat urgensi wilayah. Dari total paket yang tersedia, sebanyak 1.700 paket dialokasikan untuk Kecamatan Cikarang Utara, sedangkan 1.747 paket lainnya disalurkan ke Kecamatan Babelan.

“Kami sudah menerima segitu, enggak bisa nambah. Kami tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sepenuhnya, jadi caranya kita berikan kepercayaan kepada desa, RT, dan RW supaya membagi sama rata,” ucap Helmy, Kamis (12/3).

Helmy mengakui jumlah paket yang tersedia belum mampu menjangkau seluruh masyarakat. Berbeda dengan bantuan sosial yang diberikan secara gratis kepada warga miskin ekstrem, program Opadi menyasar masyarakat umum yang terdampak kenaikan harga bahan pokok namun masih memiliki daya beli.

Penentuan lokasi distribusi juga didasarkan pada analisis konsultan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasil kajian menunjukkan harga kebutuhan pokok di Cikarang Utara dan Babelan cenderung lebih tinggi karena kedua wilayah tersebut bergantung pada pasar besar.

“Target Opadi adalah masyarakat yang terdampak kenaikan harga tetapi masih memiliki kemampuan membeli. Kalau gratis itu bantuan sosial untuk miskin ekstrem. Opadi ini untuk mengurangi beban masyarakat,” ujarnya.

Selain di dua kecamatan tersebut, Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi juga menjalankan skema operasi pasar mandiri di wilayah lain. Dalam program ini, pemerintah bekerja sama dengan badan usaha milik negara untuk menjual bahan pokok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) tanpa subsidi anggaran.

Operasi pasar mandiri telah digelar di sejumlah wilayah, seperti Tambun Selatan, Setu, dan Cikarang Barat. Dalam skema ini, komoditas dijual sesuai HET, misalnya minyak goreng yang di pasaran bisa mencapai Rp19 ribu per liter dijual kembali sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter.

Helmy memastikan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Bekasi secara umum masih aman hingga Lebaran. Namun, ia tetap mewaspadai potensi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas, seperti telur dan daging, akibat meningkatnya permintaan menjelang hari raya.

“Semoga tahun depan bisa ditambahkan anggaran karena amat dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Camat Cikarang Utara, Enop Can, mengatakan sebanyak 1.700 paket sembako akan didistribusikan ke 11 desa di wilayahnya. Secara teknis, paket tersebut disalurkan melalui pemerintah desa agar lebih mudah menjangkau masyarakat.

“Masing-masing desa mendapatkan kuota sebanyak 136 paket, dengan persyaratan melampirkan fotocopy KTP warga setiap satu paketnya,” tandasnya. (ris)