RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi bahaa satu prajurit TNI meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.
Kabar duka tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan konflik perang yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika kontingen Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tengah menjalankan tugas di area rawan konflik.
“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr,” kata Yvonne Mewengkang dalam keterangan tertulis dikutip dari JawaPos, Senin (30/3/2026).
BACA JUGA: Upaya Perdamaian Palestina-Israel Bakal Libatkan Jusuf Kalla
Peristiwa itu terjadi saat intensitas serangan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan dilaporkan meningkat. Pemerintah Indonesia pun menyampaikan kecaman keras atas serangan yang menimbulkan korban dari pasukan penjaga perdamaian tersebut.
Selain itu, Indonesia juga mendesak agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dan terbuka untuk mengungkap insiden tersebut.
“Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” tegasnya.
Lebih jauh, pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada prajurit yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
“Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” ujarnya.
Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan kepada tiga personel yang mengalami luka dan kini tengah menjalani perawatan medis.
Pemerintah memastikan akan memberikan dukungan penuh, baik kepada korban luka maupun keluarga prajurit yang terdampak.
“Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera, serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka,” tuturnya.
Kemlu menegaskan bahwa keselamatan seluruh personel penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama dan wajib dihormati oleh semua pihak yang terlibat konflik.
Indonesia juga menegaskan sikap tegas terhadap serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan yang dinilai memperburuk kondisi keamanan dan kemanusiaan.
“Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian,” cetusnya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi intensif dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan perlindungan bagi seluruh personel yang bertugas.
“Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama,” pungkasnya. (cr1)











