RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengajak masyarakat membuat lubang biopori menggunakan buis beton sebagai upaya mengurangi sampah rumah tangga dari sumbernya.
“Kesadaran bagaimana mengurangi sampah itu dimulai dari rumah tangga,” ujar Tri saat aksi tanam pohon dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di kawasan Hutan Kota GOR Bekasi, Selasa (31/3).
Inovasi biopori tersebut dapat mengolah sampah organik menjadi kompos. Melalui inovasi itu, beban sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang.
“Harapannya, program biopori dengan membuat buis beton di masing-masing rumah tangga itu akan mengurangi sampah yang akan kita buang ke TPA,” jelasnya.
Ia menambahkan, sampah berpotensi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, termasuk sebagai sumber energi.
“Apalagi, hari ini menyoal persoalan BBM yang tinggi, harga yang kemungkinan akan naik, tentu listrik (dari pengolahan sampah) akan menjadi salah satu solusinya,” tegas Tri.
Adapun rangkaian HPSN di Kota Bekasi diisi dengan aksi penghijauan. Pemerintah kota memanfaatkan bibit pohon hasil donasi warga saat perayaan HUT Kota Bekasi untuk ditanam di sejumlah titik, mulai dari kawasan hutan kota hingga Terminal Induk Bekasi.
Tri menargetkan proses penanaman pohon tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
“Kita targetkan sampai akhir April ini bisa kita selesaikan, karena mulai Mei sudah mulai masuk musim kemarau. Ini untuk membuat kota kita semakin hijau dan teduh,” tuturnya.
Ia menambahkan rangkaian kegiatan lintas sektor ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemkot Bekasi yang sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat.
“Kegiatan hari ini adalah bagian juga perintah dari Bapak Presiden untuk mencapai Indonesia yang asri,” pungkasnya. (cr1)











