RADARBEKASI.ID, BEKASI — Yayasan Al Muslim Bekasi menerima kunjungan studi tiru dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Rombongan MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Faizah. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua Pengurus Bidang Penjaminan Mutu dan Komunikasi Yayasan Al Muslim, Isep Djuanda; Kepala Bidang Penjaminan Mutu dan Komunikasi Yayasan Al Muslim, Didi Suradi; serta jajaran unit satuan pendidikan di bawah Yayasan Al Muslim.
Dalam pertemuan yang berlangsung di DigiHub, pihak Al Muslim memaparkan mengenai penerapan digitalisasi pendidikan dan Digislamic (Digital Islamic), yaitu sebuah platform yang memuat modul pembelajaran untuk merekam aktivitas peserta didik sejak awal masuk hingga menjadi alumni.
Platform tersebut digunakan oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua siswa di lingkungan Yayasan Al Muslim. Pemanfaatannya didukung oleh tingginya literasi digital di kalangan civitas akademika.
Selain pemaparan materi, rombongan MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta juga meninjau langsung proses kegiatan belajar mengajar berbasis digital di unit SMP. Di sekolah ini, setiap peserta didik difasilitasi satu perangkat gawai sebagai penunjang pembelajaran.
Diketahui, sejak awal 2025, Al Muslim telah menyandang predikat Samsung Digital Lighthouse School, sebagai satu-satunya sekolah di Asia Tenggara dan Oseania yang menerima pengakuan tersebut. Penghargaan dari Samsung diberikan atas kepemimpinan sekolah dalam pemanfaatan teknologi untuk mendorong inovasi dan kreativitas dalam proses belajar mengajar.
Meski mengedepankan digitalisasi, Al Muslim tetap menekankan pendidikan karakter. Penguatan amaliyah diniyah menjadi bagian penting dalam membentuk profil lulusan sesuai visi yayasan, yakni mencetak generasi muslim yang siap menjadi khalifah fil ardh yang rahmatan lil ‘alamin, dan berakhlak mulia.

Kepala MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta, Faizah, mengatakan kunjungan ini bertujuan mempelajari penerapan digitalisasi pendidikan di Al Muslim Bekasi.
“Kunjungan kita bermaksud untuk bagaimana kita mempelajari madrasah digital yang dikembangkan oleh Al Muslim,” ujar Faizah.
Ia menambahkan, MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta juga telah menjadi mitra Samsung dalam pengembangan digitalisasi pembelajaran. Namun, ia mengakui penerapannya belum sepenuhnya terintegrasi seperti di Al Muslim Bekasi.
Melalui kunjungan ini, pihaknya berharap dapat mengadopsi sistem yang ada untuk meningkatkan layanan pendidikan, baik dalam kegiatan belajar mengajar, administrasi, maupun pelayanan kepada orang tua siswa melalui digitalisasi.
“Kita sejauh ini sudah berkembang untuk penyiapan alat-alat di kelas kita juga udah semuanya. Tetapi kita memang ada kelemahan belum satu kesatuan, belum terintegrasi seperti di Al Muslim ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penjaminan Mutu dan Komunikasi Yayasan Al Muslim, Didi Suradi, menyampaikan bahwa untuk menjadi sekolah digital dibutuhkan tiga prasyarat.
“Software, hardware, brainware. Tiga hal ini harus dipenuhi. Untuk menjadi sempurna lagi kalau kita punya tools-nya, pengembangan portal,” ujar Didi.
Menurutnya, orangtua menjadi salahsatu tantangan dalam penerapan sekolah digital. Masih ada orangtua yang khawatir terhadap dampak negatif penggunaan gawai dalam proses pembelajaran.
“Orangtua belum semua punya persepsi yang sama tentang digitalisasi. ‘Anak saya bagaimana kalau pakai tablet nanti’,” katanya.
Di Al Muslim, penggunaan gawai oleh peserta didik tetap diatur dengan ketentuan dan prosedur. Siswa tidak sepenuhnya menatap gawai selama pembelajaran, tetapi juga melakukan berbagai aktivitas. Dengan demikian, peserta didik tetap belajar dengan menyenangkan.
Di Al Muslim, penggunaan gawai oleh peserta didik tetap diatur dengan ketentuan dan prosedur. Siswa tidak sepenuhnya menatap gawai selama pembelajaran, ada aktivitas. Siswa tetap belajar dengan menyenangkan.
Wakil Ketua Pengurus Bidang Penjaminan Mutu dan Komunikasi Yayasan Al Muslim, Isep Djuanda, berharap sinergi antara Yayasan Al Muslim Bekasi dan MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta dapat terus berlanjut.
“Saya harap sinergi ini tidak berhenti di sini,” ujarnya.
Isep menambahkan, Al Muslim terus berupaya mengembangkan digitalisasi pendidikan. Ia menegaskan, Al Muslim terbuka untuk berbagi pengalaman dengan sekolah lain.
“Al Muslim rahmatan lil ‘alamin. Kami berharap kehadiran kami bisa memberi manfaat,” pungkasnya.(oke)











