Berita Bekasi Nomor Satu

Pengamat Soroti Renggangnya Komunikasi Politik Partai Koalisi Ade-Asep

Pengamat Politik Roy Kamarullah

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Komunikasi politik partai koalisi pengusung pasangan Ade Kuswara Kunang–Asep Surya Atmaja pada Pilkada Kabupaten Bekasi 2024 terkesan renggang.

Sejak Bupati nonaktif Ade Kuswara Kunang ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap ijon proyek oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 20 Desember 2025, belum terlihat komunikasi lintas partai koalisi.

Sebelumnya, Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi, Guntoro, membenarkan belum adanya komunikasi antarpartai pasca kasus tersebut. Ia menyebut komunikasi baru berlangsung di tingkat fraksi DPRD melalui dua legislator Partai Buruh.

Pengamat Politik Bekasi, Roy Kamarullah, menilai renggangnya komunikasi partai koalisi ini seharusnya tak berlarut. Partai Buruh bisa memulai komunikasi, terlebih saat ini Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja merupakan kader partai buruh.

“Partai Buruh ini dia koalisi dengan PPP, PBB, dan PDI Perjuangan, artinya partai besar hanya PDIP. Komunikasi-komunikasi politik ini kan seharusnya dilakukan pada posisi terjadinya OTT kepala daerah,” ujar Pengamat Politik Bekasi, Roy Kamarullah, kepada Radar Bekasi, Kamis (16/4).

Roy menekankan pentingnya komunikasi politik segera dibangun setelah penetapan tersangka. Seluruh partai koalisi, PDIP, Partai Buruh, PPP, dan PBB, dinilai perlu duduk bersama.

“Komunikasi politik itu harus dibangun, yang membangun komunikasi itu ya partai koalisi baik PDIP, Partai Buruh, PPP, maupun PBB, harus segera melakukan komunikasi politik,” katanya.

Ia juga mengingatkan, kekosongan kepemimpinan daerah tak boleh dibiarkan terlalu lama. Komunikasi politik yang cepat, kata dia, bukan berarti tergesa-gesa, melainkan untuk memastikan proses pengisian jabatan berjalan sesuai aturan.

“Harusnya langsung diadakan komunikasi politik, bukan berarti terburu-buru, tetapi lebih kepada bagaimana kekosongan posisi ini dapat segera terisi dengan baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Menurut Roy, komunikasi antarpartai pengusung berpotensi menghasilkan kesepakatan bersama dan menjaga soliditas koalisi.

“Komunikasi ini bisa dijalin karena di situ ada partai pengusung semua. Hasilnya nanti seperti apa itu akan melahirkan sebuah kesepakatan. Ini bisa menjadi sebuah satu kesatuan antara partai pengusung. Makanya harus segera dilakukan,” sambungnya. (pra)