RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penyebab kematian Eem (60), pengusaha penyewaan tenda asal Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, hingga kini belum terungkap.
Meski peristiwa berdarah itu telah berlalu satu pekan sejak Kamis (9/4/2026), pihak kepolisian masih bekerja keras melakukan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jerico Lavian Chandra, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut.
“Untuk saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menyisir CCTV di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ucapnya kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).
BACA JUGA: Teka-teki Kematian Pengusaha Tenda di Cibitung Masih Misteri
Menurut Jerico, minimnya petunjuk di lokasi kejadian membuat polisi sangat bergantung pada hasil pemeriksaan medis.
Ia menjelaskan, luka di bagian kepala korban menjadi fokus utama penyelidikan. Meski begitu, pihaknya masih menunggu kesimpulan ahli untuk memastikan benda yang digunakan pelaku. Jerico menegaskan, pihaknya tidak ingin gegabah dan memilih menunggu validasi dari tim medis.
“Kami masih menunggu hasil lengkap otopsi dari rumah sakit dan dokter forensik terkait dugaan penyebab kematian korban secara lengkap,” tuturnya. (ris)











