Berita Bekasi Nomor Satu

Kapolres Metro Bekasi Tebarkan Semangat Hari Kartini

DUDUK LESEHAN: Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, duduk lesehan (ngampar) bersama dan berbincang dengan ibu-ibu yang bekerja sebagai pembersih kawasan di Cikarang Timur, Senin (20/4/2026). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dalam memperingati Hari Kartini 2026 di Kabupaten Bekasi, jajaran Polisi Wanita (Polwan) dari Polres Metro Bekasi kali ini melakukan aksi nyata.

Sebanyak 300 paket sembako disalurkan langsung oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni bersama jajarannya di tiga titik strategis sekitar Stadion Wibawa Mukti, Jababeka, Cikarang Timur. Sasarannya adalah para pejuang ekonomi keluarga ibu-ibu ojek online (ojol) dan petugas kebersihan kawasan.

“Polri menyapa masyarakat. Hari ini kami bertemu dengan ibu-ibu ojol, kemudian ibu-ibu yang bersih-bersih kawasan Jababeka,” ujar Sumarni di sela-sela pembagian sembako, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, aksi ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bentuk dukungan moral. Terutama kepada kaum perempuan dan ibu-ibu yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Kami menyapa dan memotivasi para ibu-ibu yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kami juga membagikan tali kasih kepada mereka berupa paket sembako, agar mereka bisa semangat bekerja,” kata Sumarni.

Selain memberikan bantuan, Sumarni juga menitipkan pesan penting bagi para srikandi jalanan ini. Sebagai pihak yang paling banyak menghabiskan waktu di aspal, para pengemudi ojol diharapkan menjadi agen kemanusiaan.
“Apabila melihat peristiwa atau tindak kejahatan, segera telepon 110,” imbuh Sumarni.

Bagi para pengemudi ojol perempuan atau yang akrab disapa Lady Ojol, bantuan ini merupakan oase di tengah kerasnya jalanan.

Maria, yang sehari-hari fokus mengojek di wilayah Cikarang dari pagi hingga malam, mengaku terharu dengan perhatian pihak kepolisian.

“Alhamdulillah, ini kami dapat sembako pak. Kami yang merupakan supir ojol di Cikarang ini, memang khusus dari kalangan perempuan,” tuturnya.

Senada dengan Maria, pengemudi ojol lainnya, Santi Magdalena (35), memaknai Hari Kartini sebagai pecutan untuk menjadi mandiri.

Baginya, menjadi “Kartini Modern” berarti berjuang agar dapur tetap ngebul tanpa harus terjerat masalah keuangan yang kini marak terjadi.

“Makna Hari Kartini buat kami adalah, kami akan semakin semangat lagi bekerja. Karena kami bekerja dan berjuang untuk keluarga, khususnya di rumah, agar anak-anak bisa sekolah dan tidak terjerat pinjaman online (pinjol),” beber Santi. (ris)