RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kisah haru sekaligus menakjubkan datang dari mantan personel Cherrybelle, Anisa Rahma. Ribuan mushaf Al-Qur’an yang tersimpan di kediamannya dilaporkan selamat secara utuh dari musibah kebakaran hebat yang melanda rumahnya pada Kamis (30/4/2026) dini hari.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada pukul 03.00 WIB tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan rumah Anisa dan sang suami, Anandito Dwis. Namun, sorotan publik tertuju pada sebuah ruangan penyimpanan yang berisi sekitar 3.700 mushaf Al-Qur’an.
Meski api merusak area di sekitarnya dengan parah, ribuan mushaf tersebut ditemukan dalam kondisi tetap utuh. Tak hanya itu, beberapa barang personal seperti foto keluarga dan foto pernikahan mereka juga dilaporkan selamat dari amukan si jago merah.
“Masya Allah masih dijaga banget sama Allah. Alhamdulillah masih bisa dalam kondisi utuh dan masih bisa kita manfaatkan,” ungkap Anisa Rahma penuh syukur.
Fenomena ini memicu reaksi haru dari warganet di media sosial. Sebagai bentuk dukungan moral agar keluarga Anisa dapat segera bangkit, publik kini ramai-ramai membeli Al-Qur’an dari usaha milik pasangan tersebut yang bernama Japtokian.
Anandito Dwis menjelaskan bahwa usaha distribusi Al-Qur’an mereka melayani berbagai kebutuhan, mulai dari koleksi pribadi hingga wakaf.
Baca Juga: Sang Anak Kayla Lulus UI, Arie Untung dan Fenita Nangis Sesenggukan di Pesawat: Masya Allah!
Banyak netizen membeli sebagai hadiah untuk keluarga atau untuk didonasikan kembali sebagai wakaf. Pembelian ini dianggap sebagai dukungan moral dan bantuan nyata agar usaha keluarga mereka tetap berjalan pasca-musibah.
Melalui unggahan di Instagram Story-nya, Anisa membagikan momen kesibukan di tengah puing rumah mereka. Terlihat keluarga, kerabat, hingga teman-teman dekat turun tangan membantu proses packing ribuan pesanan Al-Qur’an yang datang dari berbagai penjuru.
“MasyaAllah sudah banyak yang pesan Al-Qur’annya, makasih ya teman-teman semua,” tulis Anisa dalam unggahannya yang memperlihatkan tumpukan paket siap kirim.
Kejadian ini dinilai banyak orang sebagai pengalaman penuh hikmah, di mana nilai spiritualitas dan solidaritas kemanusiaan bertemu di tengah ujian musibah. (mna)











