Berita Bekasi Nomor Satu

Doa dan Bunga Penuhi Sudut Stasiun Bekasi Timur

KARANGAN BUNGA : Sejumlah warga dan penumpang KRL memanjatkan doa di depan ratusan karangan bunga duka yang diletakkan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (3/5).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sepekan setelah tragedi kecelakaan kereta mengguncang Stasiun Bekasi Timur, suasana duka belum juga surut. Di tengah aktivitas penumpang yang kembali berjalan, lautan bunga dan doa masih memenuhi sudut-sudut stasiun, Minggu (3/5).

Ratusan karangan bunga tampak tersusun rapi, mulai dari disandarkan di dinding kaca, diletakkan di meja, hingga berjajar di lantai peron. Tulisan tangan berisi doa dan ucapan duka menyelimuti setiap rangkaian, menjadi simbol kehilangan yang belum tergantikan.

Sejumlah penumpang terlihat berhenti sejenak saat melintas. Ada yang menundukkan kepala, ada pula yang memanjatkan doa. Tak sedikit yang tak mampu menahan air mata saat membaca pesan-pesan haru yang ditinggalkan.

BACA JUGA: KDM Instruksikan Pasang Palang Pintu Otomatis di Perlintasan Ampera Lokasi KRL Tabrak Taksi

Di tengah deru kereta yang datang dan pergi, suasana haru justru semakin terasa kontras. Aktivitas tetap berjalan, namun kesedihan masih menggantung di udara.

Seorang warga Bekasi Timur, Dea Melati, mengaku ikut merasakan duka mendalam meski tak mengenal para korban.

“Saya tidak kenal dengan mereka, tapi saya turut berduka dan sedih karena mereka meninggal dunia saat mencari nafkah,” ujarnya lirih.

Menurutnya, kabar bahwa sebagian korban merupakan perempuan yang tengah bekerja membuat peristiwa ini terasa semakin menyayat hati.

Warga lainnya, Rudi Hartono, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengaku setiap melintas di stasiun tersebut selalu menyempatkan diri untuk berdoa.

“Kalau lewat sini rasanya beda, suasananya masih kerasa sedih. Saya biasanya berhenti sebentar, doa buat mereka,” katanya.

Pantauan di lokasi, ratusan rangkaian bunga masih menghiasi area stasiun sejak diletakkan beberapa hari sebelumnya. Sebagian penumpang bahkan mengabadikan momen tersebut, sementara lainnya memilih diam dan larut dalam doa.

Salah satu pesan yang tertulis di bunga berbunyi, “Surga yang kekal untuk perempuan yang hebat.” Kalimat sederhana itu menjadi representasi duka sekaligus penghormatan bagi para korban.

Data PT KAI mencatat, total 106 penumpang terdampak dalam kecelakaan tersebut. Dari jumlah itu, 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, dengan sebagian masih menjalani perawatan.

Hingga kini, Bekasi Timur belum benar-benar pulih. Di antara langkah kaki para penumpang dan suara pengeras stasiun, doa-doa terus dipanjatkan mengiringi kepergian mereka yang tak sempat kembali. (rez)