RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat istimewa dan dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi momen pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban, bulan ini menyimpan rahasia keutamaan yang luar biasa, terutama pada 10 hari pertamanya.
Pada waktu-waktu inilah umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh karena setiap detik yang berlalu mengalirkan pahala yang berlipat ganda.
Begitu besarnya kedudukan 10 hari pertama Dzulhijjah, hingga Rasulullah SAW menyejajarkannya—bahkan menyebutnya lebih utama daripada ibadah jihad di jalan Allah, kecuali dalam kondisi tertentu.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amal yang lebih utama daripada amal pada hari ini (sepuluh hari di awal bulan Dzulhijjah).” Mereka bertanya, “Tidak (juga) dengan jihad?” Beliau menjawab, “Tidak (juga) dengan jihad, kecuali seseorang yang berjuang melawan musuh dengan dirinya dan hartanya (untanya dan peralatan perangnya), kemudian ia kembali tidak membawa apapun.” (HR. Al-Bukhari)
Tidak hanya itu, hari-hari ini adalah waktu yang paling dicintai oleh Allah SWT. Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW menegaskan:
“Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada amal yang lebih disukai Allah daripada amal pada sepuluh hari ini (10 hari di awal bulan Dzulhijjah). Maka pada hari-hari itu perbanyaklah tasbih (ucapan Subhanallah), takbir (ucapan Allahu Akbar) dan Tahlil (Ucapan La ilaha illa Allah).” (HR. Ath-Thabrani)
6 Amalan Utama di 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Untuk mengisi momentum emas ini, para ulama telah merumuskan berbagai amalan sunah yang dapat kita maksimalkan. Berikut adalah 6 amalan yang sangat dianjurkan:
1. Puasa Dzulhijjah (Tanggal 1–7 Dzulhijjah)
Memulai awal bulan dengan berpuasa adalah madrasah terbaik bagi jiwa. Umat Islam dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa sunah berturut-turut sejak tanggal 1 hingga tanggal 7 Dzulhijjah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Sang Pencipta.
Baca Juga: Panduan Lengkap Idul Adha 2026: Perkiraan Tanggal, Niat, hingga Tata Cara Shalat Menurut Ulama
2. Puasa Tarwiyah (Tanggal 8 Dzulhijjah)
Memasuki tanggal 8 Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan menjalankan Puasa Tarwiyah. Para ulama menjelaskan bahwa amalan spesifik ini memiliki keutamaan yang sangat besar.
Bahkan, puasa Tarwiyah disebut-sebut setara dengan puasa setahun pada bulan Haram, bulan Sya’ban, dan sepuluh hari Dzulhijjah lainnya.
3. Puasa Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah)
Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah adalah amalan yang sangat merugi jika dilewatkan.
Keutamaan puasa ini sangat dahsyat, yakni dapat menghapus dosa selama dua tahun (setahun yang lalu dan setahun yang akan datang).
4. Menghidupkan Malam dengan Ibadah
Jangan biarkan malam-malam di awal Dzulhijjah berlalu begitu saja dengan tidur atau aktivitas sia-sia. Hidupkanlah malam-malam tersebut dengan mendirikan salat malam (tahajud), membaca dan mentadaburi Al-Qur’an, memanjatkan doa, serta memperbanyak dzikir.
5. Memperbanyak Dzikir
Sesuai dengan arahan Rasulullah SAW, sepuluh hari pertama ini harus digemakan dengan kalimat-kalimat thayyibah. Perbanyaklah membaca:
Tasbih (Subhanallah)
Tahmid (Alhamdulillah)
Tahlil (La ilaha illa Allah)
Takbir (Allahu Akbar)
6. Menunaikan Ibadah Haji
Inilah puncak ibadah di bulan Dzulhijjah. Bagi mereka yang memiliki kemampuan fisik, finansial, dan kesempatan, menunaikan ibadah haji adalah sebuah kewajiban sekaligus karunia tertinggi.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Lathaiful Ma’arif menjelaskan bahwa haji termasuk ibadah paling agung dan utama yang ada pada bulan suci ini. (mna)











