RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga Kampung Buni Baru, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, meminta perhatian Pertamina menyusul insiden kebocoran pipa gas di wilayah mereka.
“Kami meminta agar segera ditangani secara serius dan warga yang terdampak diberikan masker,” ujar Ketua RT 01 RW 01, Naswadi, Senin (8/6).
Menurutnya, saat kejadian warga sempat mencium bau gas menyengat. Sebagian warga bahkan memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, meski kini telah kembali ke rumah masing-masing.
“Baunya sangat menyengat, warga memilih mengungsi ke tempat yang aman,” kata Nasawadi.
Sementara itu, Kepala Desa Buni Bakti, Sidi Sumardi, mengatakan satu warga sempat dilarikan ke klinik akibat menghirup gas.
“Akibat kejadian itu ada salahsatu warga yang dilarikan ke klinik, kemungkinan menghirup banyak gas yang bocor tersebut,” ujar Sidi.
Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Gas, Imam Rismanto, mengatakan warga yang dilarikan ke klinik langsung mendapatkan penanganan saat kejadian. Menurutnya, warga tersebut memiliki riwayat penyakit GERD.
“Sudah langsung ditangani. Keterangannya kalau yang masuk puskesmas karena punya riwayat GERD, jadi sampai pingsan, karena pas panik,” katanya.
Imam menjelaskan, jalur pipa gas yang mengalami kebocoran tersebut merupakan milik Pertamina EP. Peristiwa dilaporkan terjadi pada Senin (7/6) sekitar pukul 16.50 WIB.
Tim Tanggap Darurat PT Pertamina Gas (Pertagas) bersama tim gabungan kemudian diterjunkan ke lokasi dan berhasil menghentikan sumber kebocoran agar tidak meluas dalam waktu kurang dari dua jam. Pada pukul 18.15 WIB, aliran gas di pipa tersebut resmi dihentikan untuk mengisolasi titik kerusakan.
“Sejak pukul 18.15 WIB, kebocoran gas dari pipa telah berhasil tertangani dan kini telah dilakukan penghentian aliran gas untuk mengisolasi titik kebocoran dan mencegah risiko lanjutan,” lanjut Imam.
Pascapenanganan awal, Pertagas kini memfokuskan upaya pemulihan di titik kebocoran. Pemantauan berkala di sekitar lokasi juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan kondusif.
“Selanjutnya akan dilakukan upaya pemulihan secara intensif dan situasi di lokasi akan terus dilakukan pemantauan. Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang melakukan pekerjaan,” sambungnya.
Ia menyebut kebocoran pipa diduga terjadi akibat terdampak aktivitas proyek pemasangan pipa bahan bakar minyak (BBM) jalur Cikampek–Plumpang yang tengah berlangsung di sekitar lokasi.(ris)











