Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Ini Langkah Antisipasi Pemkot Bekasi

Ilustrasi musim kemarau di Bekasi. Foto: Ariesant/Radarbekasi.id

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan durasi musim kemarau pada periode 2026 ini di sejumlah daerah diprediksi lebih panjang dan jauh lebih kering dari biasanya.

BMKG dalam Buku Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia, memperkirakan sebanyak 400 Zona Musim (57,2 persen) akan mengalami musim kemarau yang jauh lebih panjang. BMKG, memprediksi durasi musim kemarau pada tahun ini akan berlangsung selama tiga hingga tujuh bulan, tergantung daerahnya.

“Musim kemarau di Indonesia diprediksi memiliki durasi yang bervariasi dengan wilayah Sumatera dan Kalimantan umumnya berdurasi pendek sedangkan wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara umumnya berdurasi panjang,” kata BMKG dalam Buku Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia.

BACA JUGA: Penyebab Panas “Ngelekeb”, BMKG: Musim Kemarau 2026 Lebih Kering, Dibandingkan 30 Tahun Terakhir

Menanggapi hal itu, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyebut telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk melakukan langkah mitigasi dan antisipasi dengan menyusun pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak potensi kekeringan, akibat dampak musim kemarau tersebut.

“Kita sudah siap-siap. Saya sudah bicara dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), juga semua OPD harus bersiap-siap, terutama pemadam kebakaran ya, kita mengantisipasi untuk bersiaga,” ujar Harris di Plaza Pemkot Bekasi, Selasa (9/6/2026).

“Insyaallah itu kita kalau memang agak lama, makanya kita mulai dari sekarang membuat mapping-mapping, kemudian di mana saja sih (wilayah berpotensi kekeringan),” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD, Kota Bekasi, Wiratma Puspita, menuturkan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi dengan membangun sejumlah puluhan sumur bor pada 2024 yang tersebar di beberapa wilayah.

 

“Terkait antisipasi di lapangannya, antara lain dengan pembuatan sumur bor di tahun 2024. Sumur bor kemarin (dari TMMD) kalau tidak salah ada 10. Jadi kalau di tingkat kota totalnya ada puluhan lebih, yang tersebar di wilayah Bekasi Utara, Jatiasih, Bantargebang, Jatisampurna, dan Mustikajaya,” terangnya.

 

Ditambah lagi, ia juga telah berkoordinasi dengan PDAM Kota Bekasi maupun PDAM Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi kekurangan air bersih di wilayah Kota Bekasi akibat dampak kemarau panjang.

 

“Selain itu, kami juga sudah menjalin komunikasi dengan PDAM, baik PDAM Kota Bekasi maupun PDAM Kabupaten Bekasi. Tentunya jika ada masyarakat yang melapor kekurangan air bersih, kami akan siap dropping ke sana. Kami punya dua armada kendaraan untuk suplai air dari PDAM; satu khusus air bersih dengan tangki stanles, dan satu lagi tangki biasa tapi tetap dijaga kebersihannya.” pungkasnya.

 

Lebih lanjut, berikut ini wilayah di Indonesia yang diprediksi bakal mengalami kemarau lebih panjang yaitu:

 

– Sebagian besar Sumatera

– Sebagian besar Jawa

– Bali

– Nusa Tenggara Barat

– Sebagian besar Nusa Tenggara Timur

– Sebagian besar Kalimantan

– Sebagian besar Sulawesi

– Sebagian besar Maluku Utara

– Maluku

– Sebagian Papua Barat Daya

– Sebagian Papua Barat

– Papua Pegunungan

– Sebagian Papua Selatan

 

(zak)