RADARBEKASI.ID, BEKASI – Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan reses Anggota DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul, di lingkungan RT 003/RW 006, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Tidak hanya menjadi forum menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan turnamen catur antarwarga yang menciptakan suasana lebih santai, akrab, dan komunikatif.
Di tengah atmosfer kebersamaan itu, Samuel tetap memfokuskan agenda utama reses dengan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Isu pendidikan menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga, terutama terkait keberlanjutan pendidikan anak-anak yang belum memperoleh bangku sekolah setelah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Menurut Samuel, banyak orang tua mengaku cemas karena anak mereka belum mendapatkan kepastian untuk melanjutkan pendidikan. Sebagian di antaranya berharap adanya dukungan pemerintah agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
“Banyak aspirasi hari ini, terutama dari SMP swasta. Orang tuanya khawatir anaknya tidak dapat sekolah. Makanya tadi saya perjuangkan supaya mereka bisa sekolah di SMP swasta. Ada sekitar 30 anak tadi di Duren Jaya ini,” kata Samuel.
Ia menilai setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Selain persoalan pendidikan, warga juga menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungan permukiman. Salah satu yang menjadi perhatian adalah usulan pembangunan sumur resapan serta penyediaan tanggul untuk mengurangi risiko genangan dan banjir yang masih kerap terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi.
Samuel memastikan seluruh aspirasi yang diterimanya akan dibawa ke DPRD Kota Bekasi untuk diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan pembahasan anggaran bersama Pemerintah Kota Bekasi.
Menurutnya, reses bukan sekadar kewajiban anggota dewan, melainkan sarana untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah.
Ia berharap usulan yang disampaikan warga Duren Jaya dapat masuk dalam skala prioritas pemerintah sehingga persoalan pendidikan maupun infrastruktur lingkungan dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan menggabungkan kegiatan olahraga dan dialog bersama masyarakat, Samuel berharap komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen semakin terbuka. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun kedekatan sekaligus mendorong warga lebih aktif menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.”Jika seperti ini suasana menjadi cari dan tidak kaku,”tandasnya. (adv/*)











