RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sikap waspada perlu ditingkatkan masyarakat Kota Bekasi guna mencegah tindak kejahatan terjadi terutama di lokasi-lokasi rawan dan sepi.
Baru-baru ini aksi penjambretan menimpa Dwi Yatiningsih (52), pedagang mie ayam di Jalan Lapangan Tengah RT 05/RW 10, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Telepon genggam miliknya raib dijambret saat sedang bersantai di tempat ia berjualan. Ironisnya, ponsel tersebut selama ini menjadi salah satu sarana penting untuk menerima pesanan pelanggan.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/6) pukul 16.00, ketika Dwi tengah menunggu kabar dari anak-anaknya sambil bermain gawai. Saat itu, kondisi lingkungan sekitar relatif sepi dan tidak banyak warga yang beraktivitas di luar rumah.
Korban mengaku sempat melihat seorang pria tidak dikenal beberapa kali melintas dan memperhatikannya. Namun, ia tidak menaruh curiga karena mengira orang tersebut hanya melintas seperti biasa.
“Saya lihat ada orang lewat, ngeliatin terus, tapi saya nggak kenal. Saya pikir biasa saja. Ternyata mungkin memang sudah mengincar,” ujar Dwi saat ditemui di lokasi, Kamis (25/6).
Tak lama kemudian, seorang pria bermotor mendekat dan langsung merampas ponsel yang sedang berada di tangannya. Aksi pelaku berlangsung sangat cepat sehingga korban tidak sempat mempertahankan barang miliknya.
“Dia lewat depan saya, langsung tarik HP. Saya spontan lari, tapi sudah nggak bisa kejar,” katanya.
Dwi menduga pelaku berjumlah dua orang. Sebab sebelum aksi penjambretan terjadi, ia melihat seorang pria lain berada di sekitar lokasi dan terlihat mengamati situasi.
“Saya rasa ada dua orang. Yang satu seperti mengawasi dari jauh, lalu yang satu lagi yang mengambil HP,” tuturnya.
Korban menyebut pelaku yang merampas ponselnya menggunakan sepeda motor berwarna putih, mengenakan helm putih dan pakaian berwarna gelap. Setelah berhasil mengambil ponsel, pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi.
Akibat kejadian tersebut, usaha mie ayam yang telah dijalankan Dwi selama belasan tahun ikut terdampak. Pasalnya, nomor telepon yang biasa digunakan pelanggan untuk memesan makanan berada di ponsel yang hilang.
“Biasanya pelanggan WhatsApp untuk pesan atau minta diantar. Sekarang sementara jadi terganggu karena nomor saya belum kembali,” ujarnya.
Meski mengalami kerugian, Dwi memilih tidak melanjutkan kasus tersebut ke proses hukum. Ia mengaku telah didatangi petugas kepolisian, namun memilih mengikhlaskan kejadian yang dialaminya.
“Kalau yang hilang ya sudah. Mungkin nanti ada rezeki lagi yang lebih baik,” ucapnya pasrah.
Sementara itu, Ketua RT 05 RW 10 Kelurahan Kranji, Arief Mufarik, mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa warganya. Menurutnya, aksi penjambretan merupakan peristiwa yang baru pertama kali terjadi di lingkungan tersebut.
“Selama saya tiga periode menjadi ketua RT, belum pernah ada kasus penjambretan,” ucapnya.
Peristiwa yang terekam kamera CCTV itu menjadi pengingat bagi warga untuk lebih berhati-hati saat menggunakan telepon genggam di ruang terbuka, terutama ketika kondisi lingkungan sedang sepi.
“Saya mengimbau warga agar tetap waspada terhadap orang yang tidak dikenal dan gerak-geriknya mencurigakan,” pungkasnya. (rez)











