Berita Bekasi Nomor Satu

Diduga Korsleting Listrik, Lima Toko di Pesona Anggrek Bekasi Udara Ludes Terbakar

PROSES PEMADAMAN : Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi melakukan proses pendinginan usai kebakaran yang menghanguskan lima kios di kawasan Perumahan Pesona Anggrek, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu (24/6) malam.. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kebakaran hebat menghanguskan lima toko yang berdiri berjejer di kawasan Perumahan Pesona Anggrek, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu (24/6) malam.

Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari bangunan yang terbakar. Api diduga pertama kali muncul dari sebuah toko kelontong sebelum merambat ke empat bangunan lain yang berada tepat di sampingnya.

Komandan Regu (Danru) Kompi B Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Wawan, mengatakan berdasarkan keterangan warga, sumber api berasal dari toko kelontong yang saat itu dalam kondisi tutup.

“Informasi dari warga, api pertama kali terlihat dari toko kelontong. Dugaan sementara akibat korsleting listrik,” ujar Wawan, Kamis (25/6).

Lima bangunan yang terbakar terdiri dari toko kelontong, warung makan, toko ayam, toko busa, dan sebuah kantor. Beruntung saat kejadian seluruh bangunan dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

“Semua toko dalam kondisi kosong. Api juga tidak sempat merembet ke rumah warga,” katanya.

Untuk menjinakkan si jago merah, Disdamkarmat Kota Bekasi mengerahkan enam armada yang terdiri dari lima unit mobil pemadam dan satu unit rescue, serta 34 personel. Petugas berjibaku selama sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Meski tidak mengalami kendala pasokan air, petugas sempat kesulitan menjangkau titik kebakaran karena akses jalan dipenuhi warga yang menonton dan kendaraan yang parkir sembarangan di sekitar lokasi.

“Kalau sumber air tidak ada masalah karena masing-masing unit sudah membawa suplai air. Kendalanya akses jalan karena banyak warga menonton dan kendaraan yang diparkir sembarangan,” jelas Wawan.

Hingga kini, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam pendataan. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian, meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. (rez)