Berita Bekasi Nomor Satu

TPA Sumurbatu Waspada Kebakaran

MENGGUNUNG: Aktivitas alat berat beroperasi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi berencana melakukan pembebasan lahan untuk proyek PSEL ditargetkan rampung tahun ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi.

Langkah itu dilakukan menyusul sejumlah insiden kebakaran yang terjadi di tempat pembuangan sampah di daerah lain, seperti TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dan TPA Cikolotok, Purwakarta.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan pengelola TPA maupun para sopir pengangkut sampah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi musim kemarau.

“Kalau dari TPA Sumur Batu, kami sudah membuat instruksi kepada pengelola TPA maupun petugas sopir yang membawa kendaraan untuk kewaspadaan terkait bahaya kebakaran,” ujarnya.

Selain itu, pengelola TPA juga diminta menyiapkan prosedur tanggap darurat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran.

“Kami juga sudah mewanti-wanti pengelola TPA untuk mulai menyiapkan tanggap darurat bencana. Dari dinas juga sudah melakukan sosialisasi kepada sopir dan petugas di TPA. Kita semua berikhtiar jangan sampai itu terjadi di Sumur Batu,” katanya.

Menurut Kiswatiningsih, langkah mitigasi tersebut telah dilakukan sejak sekitar satu bulan lalu. Kekhawatiran terhadap potensi kebakaran semakin meningkat setelah terjadi insiden kebakaran di TPA Jatiwaringin.

“Kami sudah mengantisipasi hal itu sejak sebulan yang lalu. Setelah kejadian di Jatiwaringin, kami menjadi lebih berhati-hati. Kekhawatiran pemerintah ada dua, saat musim hujan longsor, sedangkan saat musim kemarau kebakaran,” ungkapnya.

DLH juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi untuk menyusun langkah penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

“Kalau itu masuk kategori bencana, kami berkomunikasi dengan BPBD. Kami tentu tidak mengharapkan kejadian itu, tetapi jika sewaktu-waktu terjadi, tahapan koordinasinya sudah disiapkan bersama instansi terkait,” tandasnya (rez)