Berita Bekasi Nomor Satu

Pembangunan Jembatan Kemang Pratama Hampir Rampung, Agustus 2026 Siap Difungsikan

Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi memastikan pekerjaan rekonstruksi Jembatan Kemang Pratama di Kecamatan Bekasi Selatan telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung serta dapat difungsikan pada Agustus 2026.

Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan proses pengerjaan hingga kini masih berjalan sesuai jadwal. Ia optimistis penyelesaian proyek pada Agustus tetap sesuai target karena pekerjaan yang tersisa hanya pada bagian jalan pendekat di kedua sisi jembatan.

“Karena kemarin kita masih optimis penyelesaian jembatannya itu Agustus bisa. Karena, kan secara progres pengerjaan tinggal di jalan pendekatnya aja. Baik, disisi kiri dan kanan kita idealis kan sekalian ke jalan pendekatnya,” ujar Idi, Jumat (17/7).

Jembatan Kemang Pratama diketahui mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang banjir besar yang melanda Kota Bekasi pada Maret 2025, sehingga harus dibangun kembali.

Terkait perkembangan konstruksi, Idi menjelaskan proses pembangunan fisik masih terus berlangsung. Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap ereksi atau perakitan komponen utama konstruksi jembatan.

BACA JUGA: Jembatan Kemang Pratama Segera Dibangun Ulang Kementerian PU, Desain Lebih Tinggi

“Karena yang mengerjakan dari Tim Kementrian PU. Karena yang satu jembatan sempat mengalami kerusakan, kini tengah dibangun ulang dan sudah mau selesai,” tutur dia pada awal Juni lalu.

Ia menuturkan, target setelah konstruksi utama rampung, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penyelesaian akhir atau finishing.

Menurutnya, pembagian kewenangan proyek telah ditetapkan sejak awal. Pembangunan fisik jembatan menjadi tanggung jawab Kementerian PU, sedangkan Pemerintah Kota Bekasi bertugas menyiapkan infrastruktur pendukung berupa pelebaran akses jalan agar mobilitas kendaraan dapat berjalan lebih optimal.

“Secara pekerjaan fisik jembatan itu memang tanggungjawab dari Pemerintah Pusat. Di Kota Bekasi sendiri untuk akses pelebaran jalan yang memang menjadi tanggung jawab dari Pemkot lah,” tuturnya.

“Nanti ke depan yang menjadi kewenangan kita, selepas jembatan itu selesai adalah bagian pelebaran jalan yang sedang kita siapkan. Karena masih butuh dilakukan pelebaran jalan sedikit yang ada di sisi arah Utara dari wilayah Pekayon yang menjadi bagian kita secara akses,” sambungnya.

Sebelumnya, Kementerian PU melaporkan progres pembangunan fisik Jembatan Kemang Pratama telah mencapai 92,91 persen berdasarkan data per 28 Mei 2026.

Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan menggunakan skema Multi Years Contract (MYC) dengan masa pelaksanaan selama 300 hari kalender sejak 31 Oktober 2025. Sesuai target, proyek rekonstruksi dijadwalkan rampung pada Agustus 2026. (zak)