Berita Bekasi Nomor Satu

Polres Metro Bekasi Waspadai Politik Uang dan Hoaks Pilkades Serentak 2026, Siagakan 4.222 Personel

ILUSTRASI: Plh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Ikhlas Putro Wasono, meninjau kesiapan personel yang akan bertugas mengamankan Pilkades serentak 2026 di Kantor Polres Metro Bekasi, Cikarang Utara, Jumat (24/7). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polres Metro Bekasi memberikan perhatian khusus terhadap potensi kerawanan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi yang akan berlangsung pada 20 September 2026.

Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Ikhlas Putro Wasono, mengatakan sejumlah potensi kerawanan yang diperkirakan muncul antara lain penyebaran berita bohong, kampanye hitam, politik uang, hingga hoaks yang bertujuan menyudutkan salah satu pihak dan memecah belah masyarakat.

“Potensi yang diprediksi terjadi di antaranya penyebaran berita bohong, kampanye hitam, permainan uang, serta hoaks yang menyudutkan salahsatu pihak dengan tujuan mengadu domba,” ungkap Ikhlas, Jumat (24/7).

Untuk mengantisipasi potensi kerawanan tersebut, Polres Metro Bekasi telah memetakan tingkat kerawanan di setiap desa dan tempat pemungutan suara (TPS). Pemetaan itu menjadi dasar penentuan pola pengamanan agar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Meski demikian, Ikhlas belum bersedia mengungkap desa atau wilayah yang masuk kategori paling rawan. Ia hanya menyebut, berdasarkan pengalaman penyelenggaraan Pilkades sebelumnya, Kecamatan Cibitung, Pebayuran, Cabangbungin, Cikarang Barat, dan Tambun Utara merupakan wilayah yang memiliki potensi kerawanan lebih tinggi.

“Kita sudah memetakan mana desa ataupun TPS yang aman, rawan, dan rawan sekali. Tentu pola pengamanan yang kita gunakan juga berbeda,” tambahnya.

Sebanyak 154 dari total 187 desa di Kabupaten Bekasi akan menggelar Pilkades Serentak 2026. Untuk menjamin keamanan selama seluruh tahapan berlangsung, kepolisian menggelar Operasi Wibawa Mukti Jaya 2026.

“Operasi ini dilaksanakan dalam rangka pengamanan Pilkades serentak di wilayah Kabupaten Bekasi 2026,” ujar Ikhlas.

Ia menyebut, sebanyak 4.222 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades Serentak 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 400 personel Polres Metro Bekasi, 700 personel dari polsek jajaran, serta 3.122 personel bantuan kendali operasi (BKO) Polda Metro Jaya.

Menurut Ikhlas, besarnya jumlah personel yang diterjunkan merupakan langkah antisipasi terhadap potensi gesekan akibat persaingan antarkandidat. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar menyaring setiap informasi yang diterima dan tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada para calon kepala desa beserta tim sukses agar menjunjung sportivitas dengan siap menang maupun siap kalah.

Masyarakat pun diimbau segera melapor apabila menemukan dugaan politik uang, kecurangan, atau potensi gangguan keamanan melalui kantor kepolisian terdekat maupun Call Center Polri 110.

“Kita berharap Pilkades serentak 2026 di Kabupaten Bekasi dapat berjalan aman, lancar, damai, serta menghasilkan figur kepala desa terbaik untuk masyarakat,” tutupnya. (ris)