RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sedimentasi tebal yang selama ini menghambat aliran Kali Baru di kolong Tol JORR Jatiwarna hampir teratasi. Pengerukan yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi kini memasuki tahap akhir dan diharapkan mampu mengurangi potensi banjir di wilayah Jatiwarna hingga Jatimelati saat musim hujan.
Sekretaris Camat Pondok Melati, Ferry Prihadi Kurniawan, mengatakan progres pengerukan sedimentasi telah mencapai bagian hilir Kali Baru. Ia meninjau langsung pekerjaan tersebut pada Sabtu (25/7) bersama petugas UPTD Alat Berat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.
“Alhamdulillah, pengerukan sedimentasi di Kali Baru kolong Tol JORR Jatiwarna sudah hampir selesai berkat dukungan petugas UPTD Alat Berat DBMSDA,” ujar Ferry.
Menurut dia, rampungnya pengerukan menjadi kabar yang telah lama dinantikan warga Pondok Melati, terutama di Kelurahan Jatiwarna dan Jatimelati. Selama ini sedimentasi yang menumpuk menyebabkan aliran air tersendat dan memperparah genangan saat hujan deras.
Dengan aliran sungai yang kembali lancar, debit air diharapkan mengalir lebih optimal menuju wilayah hilir sehingga mampu menekan risiko genangan dan banjir.
“Atas arahan Wali Kota, permasalahan banjir di Pondok Melati harus segera ditangani. Kami berharap setelah pengerukan selesai, dampak banjir dapat diminimalkan,” katanya.
Ferry menjelaskan, sedimentasi yang diangkat memiliki ketebalan mencapai sekitar dua meter. Endapan lumpur tersebut menjadi penyebab utama terganggunya kapasitas aliran Kali Baru.
Ia berharap normalisasi sungai memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke saluran air.
“Kami mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke kali. Terima kasih juga kepada tim pematusan dan UPTD Alat Berat DBMSDA yang telah membantu percepatan pengerukan,” tandasnya. (pay)











