RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Menggunakan toilet umum sering kali membuat seseorang lebih berhati-hati. Banyak orang memiliki kebiasaan masing-masing untuk memastikan dudukan toilet tetap terasa bersih sebelum digunakan. Ada yang mengelap permukaannya dengan tisu, melapisinya menggunakan beberapa lembar tisu, hingga memilih duduk setengah jongkok karena khawatir terkena kuman.
Kebiasaan tersebut sebenarnya cukup umum. Dudukan toilet memang kerap dianggap sebagai salah satu permukaan yang paling kotor di toilet umum. Namun, muncul pertanyaan, apakah mengelap dudukan toilet menggunakan tisu kering benar-benar menjadi cara terbaik untuk membuatnya lebih bersih?
Ternyata, cara membersihkan dudukan toilet juga perlu diperhatikan. Bukan berarti membersihkan dudukan toilet merupakan kebiasaan yang salah, tetapi penggunaan bahan atau teknik yang kurang tepat justru dapat merusak permukaannya.
Menggosok Dudukan Toilet dengan Tisu Kering Bisa Menyebabkan Goresan
Produsen toilet asal Jepang, TOTO, memberikan perhatian khusus terhadap cara merawat dudukan toilet, terutama yang terbuat dari bahan resin atau plastik. Penggunaan tisu kering maupun kain kasar secara berulang dengan cara digosok terlalu kuat disebut dapat menimbulkan goresan kecil pada permukaan.
Goresan tersebut mungkin tidak langsung terlihat. Namun, jika permukaan sudah mengalami kerusakan, kotoran dan noda dapat lebih mudah menempel sehingga dudukan toilet berpotensi lebih cepat terlihat kusam atau berubah warna.
Dengan demikian, masalah utamanya bukan pada aktivitas membersihkan dudukan toilet, melainkan bagaimana proses tersebut dilakukan. Membersihkan dengan cara yang terlalu agresif justru dapat mempercepat kerusakan permukaan.
Untuk menjaga kondisi dudukan toilet, penggunaan kain lembut yang telah dibasahi air atau cairan pembersih ringan dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, bahan yang bersifat abrasif sebaiknya dihindari.
Penggunaan sikat berbahan logam, pengencer, maupun cairan pembersih yang terlalu keras juga tidak disarankan karena berisiko merusak lapisan permukaan toilet.
Cara Membersihkan Dudukan Toilet Umum dengan Lebih Tepat
Bagi orang yang tetap ingin membersihkan dudukan toilet sebelum menggunakannya, terdapat cara yang lebih aman. Jika toilet umum menyediakan cairan pembersih atau disinfektan, cairan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membersihkan permukaan.
Tisu yang telah dibasahi cairan disinfektan dapat digunakan untuk mengusap dudukan secara perlahan. Hindari menggosok permukaan terlalu keras karena selain tidak selalu membuatnya lebih bersih, cara tersebut juga dapat menyebabkan permukaan lebih cepat mengalami kerusakan.
Baca Juga: Tanpa Lip Balm, Ini 5 Bahan Dapur yang Ampuh Haluskan Bibir Kering
Sebelum menggunakan toilet umum, pengguna juga sebaiknya memastikan dudukan dalam kondisi bersih dan tidak basah. Jika tersedia, gunakan toilet seat cleaner atau produk pembersih yang memang disediakan untuk keperluan tersebut.
Setelah selesai menggunakan toilet, hal yang paling penting adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan sederhana ini memiliki peran penting dalam mengurangi risiko penyebaran kuman.
Benarkah Dudukan Toilet Harus Dilapisi Tisu?
Selain mengelap dudukan toilet, sebagian orang memilih melapisinya dengan beberapa lembar tisu sebelum duduk. Cara tersebut dipercaya dapat menjadi penghalang antara kulit dan permukaan toilet.
Namun, perlindungan yang diberikan lapisan tisu sebenarnya tidak selalu sebesar yang dibayangkan. Tisu memiliki bahan yang tipis dan mudah menyerap air. Ketika terkena kelembapan atau tekanan tubuh, lapisan tersebut dapat menjadi basah sehingga fungsi perlindungannya menjadi terbatas.
Di sisi lain, risiko seseorang tertular penyakit hanya karena duduk di dudukan toilet umumnya relatif rendah apabila kulit dalam kondisi utuh dan tidak terdapat luka terbuka.
Penularan berbagai jenis kuman justru lebih sering terjadi melalui tangan yang terkontaminasi. Tangan kemudian dapat memindahkan kuman ketika seseorang menyentuh mulut, hidung, atau mata.
Karena itu, mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan toilet tetap menjadi salah satu langkah kebersihan yang paling penting.
Jangan Terlalu Lama Duduk di Toilet Sambil Main Ponsel
Selain masalah kebersihan dudukan toilet, ada kebiasaan lain yang sebaiknya diperhatikan, yakni terlalu lama berada di toilet sambil bermain ponsel.
Sebagian orang tanpa sadar menghabiskan waktu cukup lama di toilet karena asyik melihat media sosial, membaca berita, atau melakukan aktivitas lain melalui ponsel. Padahal, duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan tekanan pada area sekitar anus dan dasar panggul.
Kebiasaan tersebut dapat dikaitkan dengan munculnya sejumlah keluhan, seperti wasir atau hemoroid, rasa tidak nyaman di area panggul, kesemutan akibat posisi duduk terlalu lama, hingga kebiasaan mengejan secara berlebihan.
Oleh sebab itu, penggunaan toilet sebaiknya dilakukan seperlunya. Hindari menjadikan toilet sebagai tempat untuk berlama-lama menggunakan ponsel.
Kebersihan Tangan Tetap Menjadi Kunci
Pada akhirnya, menjaga kebersihan saat menggunakan toilet umum tidak harus dilakukan dengan rasa takut berlebihan. Mengelap dudukan toilet boleh dilakukan apabila memang diperlukan, tetapi cara membersihkannya juga harus diperhatikan.
Baca Juga: 5 Metode Tak Biasa untuk Sembuh dari Patah Hati, Sudah Coba yang Mana?
Penggunaan tisu kering secara berulang dengan tekanan kuat dapat berpotensi merusak permukaan dudukan toilet berbahan tertentu. Jika ingin membersihkannya, gunakan tisu lembap atau disinfektan dan usap permukaan secara perlahan.
Yang tidak kalah penting, biasakan mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet. Selain itu, gunakan toilet seperlunya dan hindari duduk terlalu lama hanya karena bermain ponsel.
Dengan menerapkan kebiasaan higienis yang tepat, penggunaan toilet umum dapat tetap dilakukan dengan nyaman tanpa harus merasa terlalu khawatir terhadap permukaan dudukan toilet. (mna)











