Berita Bekasi Nomor Satu

6 Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula, dari Menambah Energi hingga Menjaga Kesehatan Hati

Potret Kopi Hitam. Foto: Magnific.com

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kopi merupakan salah satu minuman yang cukup populer dan dikonsumsi oleh banyak orang. Tidak hanya disajikan sebagai kopi hitam, minuman ini juga sering dinikmati dengan tambahan gula, susu, krimer, maupun berbagai bahan lainnya untuk menyesuaikan rasa.

Namun, bagi mereka yang sedang berusaha mengurangi konsumsi gula atau mengontrol asupan kalori, kopi hitam tanpa gula bisa menjadi salah satu pilihan. Secangkir kopi tanpa tambahan gula maupun bahan lain umumnya memiliki kalori yang sangat rendah.

Di balik rasanya yang cenderung pahit, kopi juga mengandung kafein serta berbagai senyawa bioaktif dan antioksidan yang dikaitkan dengan sejumlah manfaat bagi tubuh. Konsumsi dalam jumlah yang wajar bahkan telah banyak diteliti terkait kesehatan dan fungsi tubuh.

Dilansir dari Alodokter dan Halodoc, berikut beberapa manfaat yang dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi kopi tanpa gula.

1. Membantu meningkatkan energi dan kewaspadaan

Salah satu alasan banyak orang minum kopi adalah untuk mengurangi rasa kantuk dan membuat tubuh terasa lebih segar. Efek tersebut tidak terlepas dari kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi.

Kafein bekerja pada sistem saraf pusat dan dapat membantu meningkatkan kewaspadaan. Setelah mengonsumsi kopi, seseorang dapat merasa lebih terjaga sehingga lebih mudah berkonsentrasi dalam menjalankan aktivitas.

Bagi sebagian orang, kopi juga dikonsumsi sebelum berolahraga karena efek stimulan dari kafein dapat membantu tubuh terasa lebih siap melakukan aktivitas fisik. Meski demikian, respons terhadap kafein dapat berbeda-beda pada setiap orang.

2. Mengandung antioksidan yang membantu melawan peradangan

Kopi tidak hanya mengandung kafein, tetapi juga memiliki sejumlah senyawa antioksidan. Salah satunya adalah asam klorogenat yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan.

Antioksidan berperan membantu melindungi sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas. Sementara itu, konsumsi kopi dalam jumlah yang wajar juga dikaitkan dengan efek yang dapat membantu mengurangi proses peradangan di dalam tubuh.

Meski demikian, kopi bukan satu-satunya sumber antioksidan. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pola makan tetap perlu dilengkapi dengan berbagai makanan bergizi, seperti sayuran, buah-buahan, dan sumber protein.

3. Berpotensi menurunkan risiko diabetes tipe 2

Kebiasaan mengonsumsi kopi tanpa gula juga dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah dalam sejumlah penelitian.

Kafein dan berbagai senyawa bioaktif yang terdapat dalam kopi diduga memiliki kaitan dengan proses metabolisme glukosa serta sensitivitas insulin. Hal tersebut menjadi salah satu alasan kopi banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan metabolik.

Baca Juga: Sering Emosi karena Hal Sepele? Kenali 6 Penyebab Mudah Marah Menurut Psikologi

Namun, bukan berarti minum kopi dapat menggantikan pola hidup sehat untuk mencegah diabetes. Menjaga berat badan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin beraktivitas fisik, dan membatasi konsumsi gula tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kadar gula darah.

4. Dapat mendukung pengelolaan berat badan

Bagi orang yang sedang mengatur berat badan, kopi hitam tanpa gula dapat menjadi alternatif minuman rendah kalori. Berbeda dengan kopi yang ditambahkan gula, sirup, krimer, atau topping lainnya, kopi hitam tanpa tambahan tersebut memiliki kandungan kalori yang relatif sangat rendah.

Kafein dalam kopi juga memiliki efek stimulan yang dapat membantu meningkatkan energi sehingga seseorang merasa lebih siap melakukan aktivitas fisik.

Meski demikian, konsumsi kopi saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan. Pengelolaan berat badan tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola makan secara keseluruhan, jumlah kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta gaya hidup sehari-hari.

5. Membantu menjaga fungsi otak

Kafein dalam kopi juga dapat memberikan efek terhadap fungsi otak. Konsumsi kafein dalam jumlah tertentu dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, dan kemampuan untuk tetap fokus.

Karena efek tersebut, kopi kerap menjadi pilihan ketika seseorang membutuhkan tambahan energi mental, misalnya saat bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dalam waktu lama.

Dalam penelitian jangka panjang, konsumsi kopi juga ditemukan memiliki hubungan dengan risiko yang lebih rendah terhadap beberapa gangguan neurodegeneratif. Namun, temuan tersebut tidak dapat diartikan bahwa kopi mampu mencegah atau mengobati penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.

6. Dikaitkan dengan kesehatan hati

Kopi juga menjadi salah satu minuman yang banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan hati. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan risiko yang lebih rendah terhadap beberapa penyakit hati tertentu.

Manfaat tersebut diduga berkaitan dengan kandungan antioksidan dan berbagai senyawa bioaktif di dalam kopi. Meski begitu, kopi tetap bukan pengganti pengobatan bagi orang yang telah mengalami penyakit hati.

Jika memiliki gangguan kesehatan tertentu, konsumsi kopi sebaiknya tetap disesuaikan dengan kondisi tubuh dan anjuran tenaga medis.

Tetap perhatikan jumlah konsumsi

Meskipun memiliki sejumlah potensi manfaat, kopi tanpa gula bukan berarti dapat dikonsumsi tanpa batas. Efek kopi dapat berbeda pada setiap orang, terutama karena tingkat sensitivitas terhadap kafein tidak sama.

Pada orang yang sensitif terhadap kafein, terlalu banyak mengonsumsi kopi dapat memicu sejumlah keluhan, seperti sulit tidur, jantung berdebar, merasa gelisah, hingga gangguan pencernaan.

Karena itu, manfaat kopi sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pola hidup secara keseluruhan. Memilih kopi tanpa gula memang dapat membantu mengurangi asupan gula dan kalori, tetapi jumlah kopi yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan.

Pada akhirnya, pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, serta kebiasaan hidup sehat tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan tubuh. (mna)