RADARBEKASI.ID, BEKASI – Semangat Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi ke-76 menjadi momentum bagi Perumda Tirta Bhagasasi untuk mempercepat perluasan layanan air bersih. Perusahaan daerah itu tak hanya mengejar penambahan pelanggan, tetapi juga membenahi tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) di seluruh unit pelayanan.
Plt Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi, Lilie Subali, mengungkapkan melalui langkah efisiensi dan komitmen pelayanan yang bersih ini, Perumda Tirta Bhagasasi optimistis dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur dasar masyarakat seiring usianya yang ke-76 tahun.
“Hampir seluruh wilayah cabang pelayanan Perumda Tirta Bhagasasi memiliki angka NRW yang cukup besar. Artinya, ini bukan tanggung jawab semata-mata hanya di wilayah pelayanan yang dialiri atau bekerja sama dengan pihak ketiga saja. Di seluruh wilayah layanan, jumlah kehilangan airnya hampir sama,” kata Lilie.
Ia meminta Bagian PKA berkoordinasi dengan seluruh wilayah pelayanan untuk mencari cara menekan angka kehilangan air.
“Bagian PKA mohon koordinasi dengan wilayah, kira-kira kiat apa yang dilakukan untuk mengurangi angka kehilangan air,” ujarnya.
Di tengah upaya menambah pelanggan, manajemen juga menekankan transparansi biaya pemasangan sambungan baru. Hal itu untuk menghindari kesimpangsiuran informasi yang masih kerap dialami calon pelanggan.
Lilie menegaskan tarif resmi pemasangan sambungan baru di wilayah yang telah terjangkau jaringan perpipaan eksisting sebesar Rp1.326.500.
“Biaya pemasangan baru disampaikan kepada masyarakat yang sejelas-jelasnya. Di wilayah eksisting jaringan perpipaan Perumda Tirta Bhagasasi, biaya pemasangan baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Direksi juga menegaskan sikap terhadap potensi pungutan liar dan manipulasi tarif di tingkat petugas lapangan. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga integritas pelayanan sekaligus mempercepat penambahan sambungan pelanggan.
Kebutuhan pelanggan baru semakin mendesak setelah 37.000 Sambungan Langganan (SL) dari Cabang Pondok Ungu dan Kota Bekasi dialihkan kepada Pemerintah Kota Bekasi. Menurut Lilie, Perumda Tirta Bhagasasi sedikitnya membutuhkan tambahan 40.000 SL untuk menyeimbangkan kembali struktur biaya operasional perusahaan.
“Apabila ada hal-hal yang menyimpang atau tidak sesuai ketentuan, pasti ada tindakan yang lebih serius. Ini salah satu yang menghambat percepatan penambahan sambungan langganan,” tutupnya. (ris/adv)











