Berita Bekasi Nomor Satu

Dinkes Kota Bekasi Kejar Siswa Belum Imunisasi

IMUNISASI: Tenaga kesehatan menyuntikan imunisasi vaksin difteri tetanus (DT) kepada siswa SD Negeri X Jatiasih, Beberapa waktu lalu.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Capaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Bekasi belum mencapai target 95 persen. Hingga 31 Agustus 2026, cakupan imunisasi siswa kelas 1 SD mencapai 84,22 persen, sedangkan siswa kelas 5 SD baru 83,40 persen.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi masih mengejar capaian tersebut hingga pelaksanaan BIAS berakhir pada 20 September 2026. Tahun ini, program imunisasi tersebut menyasar lebih dari 57 ribu anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, mengatakan sasaran BIAS terdiri atas 39.587 siswa kelas 1 SD dan 18.287 anak perempuan kelas 5 SD.

“Target untuk kelas satu sekolah dasar sebesar 39.587 jiwa, target untuk kelas lima sekolah dasar anak perempuan sebesar 18.287 jiwa,” ungkap Vevie, Rabu (2/9).

Pelaksanaan BIAS di Kota Bekasi telah berlangsung sejak 3 Agustus 2026. Dengan waktu pelaksanaan yang masih tersisa, Dinkes terus mendorong siswa yang belum mendapatkan imunisasi agar mengikuti program tersebut sesuai jadwal.

“Saat ini pelaksanaan BIAS masih berlangsung,” ucapnya.

Sementara itu, capaian imunisasi lengkap di Kota Bekasi hingga Juli 2026 telah mencapai 58,4 persen. Angka tersebut sedikit melampaui target sebesar 58,3 persen. Jumlah sasaran bayi di Kota Bekasi tahun ini tercatat sebanyak 38.836 jiwa.

Meski capaian imunisasi dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat, kekhawatiran orangtua terhadap efek samping setelah vaksinasi masih menjadi salah satu tantangan. Sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi tepat waktu dan manfaatnya bagi kesehatan anak pun dinilai perlu terus dilakukan.

“Tantangan yang masih ditemukan adalah masih ditemukan adanya orang tua yang belum membawa bayi ke fasilitas kesehatan karena adanya kekhawatiran orang tua akan efek samping setelah anaknya diimunisasi,” ujar Vevie.

Dinkes Kota Bekasi menghimbau kepada orangtua untuk melengkapi imunisasi anak-anaknya sesuai jadwal guna meningkatkan efektivitas vaksin dalam pembentukan kekebalan. (sur)