Berita Bekasi Nomor Satu

Kuota Haji Kota Bekasi Turun, Kemenhaj Mulai Verifikasi

Kepala Kemenhaj Kota Bekasi Rian Fauzi

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Persiapan menghadapi musim haji 1448 Hijriah/2027 mulai dilakukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bekasi. Salah satu fokus utama saat ini adalah melakukan verifikasi dan validasi data calon jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Di tengah persiapan tersebut, Kemenhaj Kota Bekasi kini juga menempati kantor baru di Kompleks Perkantoran Suncity Square, Blok A-26, Jalan M Hasibuan, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Sebelumnya, aktivitas Kemenhaj Kota Bekasi masih bergabung dengan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani.

Kepala Kemenhaj Kota Bekasi Rian Fauzi mengatakan, perpindahan kantor tersebut sudah berlangsung sekitar dua pekan. Kantor baru tersebut kini menjadi pusat pelayanan dan aktivitas Kemenhaj Kota Bekasi.

“Ya, sudah dua minggu kami pindah di sini,” kata Rian.

Sementara itu, untuk musim haji 1448 H/2027, Kota Bekasi mendapatkan kuota sebanyak 3.300 jemaah. Jumlah tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan kuota keberangkatan pada musim haji 1447 H/2026.

“Dari 5.000 lebih kuota haji Kota Bekasi tahun 2026, hanya 4.928 yang berangkat. Nah, tahun ini kuota kita hanya 3.300 jemaah,” ujarnya.

BACA JUGA : Pengelola Pasar Baru Bekasi Gelar Sayembara Bongkar Pungli, Hadiahnya Uang Tunai

Menurut Rian, penurunan kuota tersebut menjadi salah satu hal yang harus dipersiapkan sejak awal. Saat ini, Kemenhaj Kota Bekasi tengah melakukan verifikasi data untuk memastikan calon jemaah yang masuk dalam kuota memenuhi seluruh persyaratan keberangkatan.

Proses verifikasi mencakup kesiapan administrasi maupun persyaratan kesehatan calon jemaah. Hal tersebut penting karena pelunasan biaya perjalanan ibadah haji berkaitan dengan terpenuhinya syarat istitaah kesehatan.

Rian mengatakan, pelunasan biaya haji dijadwalkan mulai pada pekan ketiga September 2026. Pada tahap pertama, calon jemaah diberikan waktu selama dua bulan untuk menyelesaikan proses pelunasan.

Ia menargetkan seluruh proses pelunasan tahap awal dapat diselesaikan sebelum akhir tahun sehingga persiapan keberangkatan dapat dilakukan lebih matang.“Bulan Desember, insyaallah sudah beres semuanya,” tegasnya.

Rian juga mengingatkan calon jemaah agar mulai menjaga kondisi kesehatan sejak sekarang. Menurutnya, kesiapan fisik menjadi bagian penting dalam menjalani rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina prima.

Ia menyebut pengalaman musim haji 2026 menjadi pelajaran penting. Jawa Barat, kata Rian, mendapatkan predikat istitaah terbaik dalam pelaksanaan haji sebelumnya.

“Ini menjadi acuan kita agar kita selalu menjaga kesehatan. Karena syarat pelunasan harus istitaah,” tegas Rian.

Dengan kuota yang turun dari 4.928 menjadi 3.300 jemaah, Kemenhaj Kota Bekasi harus memastikan proses verifikasi, pelunasan, dan kesiapan kesehatan calon jemaah berjalan tepat waktu sebelum memasuki tahapan keberangkatan ke Tanah Suci. (mif)