RADARBEKASI.ID, JAKARTA –Nama Sarwendah kembali ramai diperbincangkan setelah sebuah video beredar di media sosial dan menampilkan tudingan bahwa dirinya mengambil uang dari brankas milik Ruben Onsu, mantan suaminya. Beredarnya rekaman tersebut pun memicu beragam komentar dan spekulasi dari warganet.
Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Sarwendah dengan tegas membantah isi video yang beredar. Kuasa hukum Sarwendah, Mark Adrianus Ambarita, memastikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
Ia juga menegaskan bahwa rekaman yang menjadi sumber tudingan bukan merupakan video asli, melainkan konten yang telah dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pernyataan itu disampaikan Mark setelah pihaknya melakukan konfirmasi langsung kepada Sarwendah. Ia menegaskan bahwa kliennya tidak pernah melakukan tindakan seperti yang ditampilkan dalam video tersebut.
“Berdasarkan konfirmasi kami kepada klien kami, hal tersebut: satu, tidak benar; kedua, itu bukan video asli, melainkan video AI,” tegas Mark Adrianus Ambarita, dikutip dari Okezone.com pada Kamis (10/9/2026).
Menurut Mark, perkembangan teknologi digital saat ini membuat pembuatan konten manipulatif semakin mudah. Bahkan, hasil rekayasa menggunakan AI dapat terlihat sangat meyakinkan sehingga masyarakat berpotensi kesulitan membedakan antara rekaman asli dan video palsu.
Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna media sosial, agar tidak langsung mempercayai setiap informasi maupun video yang beredar di internet. Mark meminta warganet untuk lebih teliti dalam memeriksa kebenaran sebuah konten sebelum ikut menyebarkannya.
“Teman-teman bisa menilailah ya perbuatan itu. Makin ke sini kan makin canggih, ya kan? Makin canggih bahwa yang namanya AI itu makin real,” ujarnya.
BACA JUGA:Makam Vidi Aldiano Kemalingan, Dua Lampu Solar Panel yang Baru Dipasang Raib
Kuasa hukum Sarwendah lainnya, Abraham Simon, turut memberikan penjelasan mengenai video tersebut. Ia menilai konten yang beredar merupakan informasi palsu atau hoaks yang berpotensi merusak reputasi serta kehormatan kliennya.
Abraham menyebut Sarwendah sendiri telah memberikan klarifikasi melalui media sosial pribadinya. Mantan personel Cherrybelle itu juga telah membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya.
“Sudah pasti saya pastikan itu adalah hoaks. Itu fitnah untuk menghancurkan nama baik klien kami dan sudah diklarifikasi juga sama klien kami sendiri di medsosnya klien kami,” papar Abraham.
Perkembangan terbaru, pihak yang diduga membuat sekaligus menyebarkan video tersebut diketahui telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Abraham.
Ia menjelaskan bahwa setelah pihak kuasa hukum menyatakan video tersebut merupakan hoaks, akun yang bersangkutan kemudian mengunggah permintaan maaf secara langsung di media sosialnya.
“Setelah kami menyampaikan bahwa itu hoaks, yang bersangkutan, akun yang bersangkutan sudah melakukan permintaan maaf secara langsung di medsosnya yang bersangkutan ada di situ,” ungkap Abraham.
Meski pembuat konten telah meminta maaf, tim kuasa hukum Sarwendah tetap mengingatkan masyarakat agar tidak kembali menyebarkan video tersebut. Mereka berharap warganet tidak melakukan repost terhadap konten yang telah dipastikan palsu sehingga persoalan tidak semakin meluas.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, juga menegaskan bahwa penyebaran ulang konten hoaks justru dapat memperkeruh situasi. Ia meminta masyarakat menghentikan peredaran video tersebut setelah kebenarannya telah diklarifikasi.
“Ketika yang pembuatnya sudah selesai, sudah minta maaf, nah ini masyarakat yang lain yang mungkin mau memperburuk situasi dengan me-repost, ya kami harap tidak melakukan penyebaran lagi dari konten yang sudah jelas-jelas itu hoaks,” kata Chris.
Sementara mengenai kemungkinan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum, Abraham mengatakan pihaknya belum mengambil keputusan final. Tim kuasa hukum masih akan membicarakan langkah selanjutnya bersama Sarwendah.
Permintaan maaf yang telah disampaikan oleh pembuat video juga menjadi salah satu pertimbangan. Pihak Sarwendah ingin melihat terlebih dahulu apakah permintaan maaf tersebut dapat dianggap sebagai bentuk iktikad baik dari pihak yang bersangkutan.
“Saya diskusikan dulu dengan klien. Yang pasti sudah ada permintaan maaf. Kita lihat apakah ini sebagai itikad baik, nanti klien yang menilai itu,” tandas Abraham.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak Sarwendah berharap masyarakat tidak lagi mempercayai ataupun menyebarkan video yang menuding dirinya mengambil uang dari brankas Ruben Onsu.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati terhadap konten yang berpotensi merupakan hasil manipulasi AI.(mna)











