RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga Cluster Parma Mutiara Columbus, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi demam berdarah dengue (DBD) di tengah cuaca kemarau. Sebagai langkah antisipasi, warga menggelar fogging secara mandiri pada Minggu (27/9) pagi.
Ketua Paguyuban Warga Cluster Parma, Achmad Romadhony Sumantri, mengatakan fogging dilakukan untuk mencegah berkembangnya nyamuk sekaligus mengantisipasi DBD.
“Alasan kami selaku pengurus, bertujuan mengantisipasi agar tidak adanya DBD dan mencegang berkembangnya nyamuk di cuaca kemarau saat ini,” kata Achmad saat dihubungi Radar Bekasi.
Penyemprotan menyasar seluruh rumah warga yang sudah ditempati, sekitar 70 rumah. Sejumlah rumah yang belum berpenghuni serta taman, fasilitas umum dan fasilitas sosial yang menjadi tempat anak-anak bermain juga turut disemprot.
Achmad menyebut hingga kini belum ada warga yang terkena DBD. Namun, sekitar satu bulan lalu terdapat seorang warga yang mengalami gejala atau suspect.
“sejauh ini Alhamdulillah untuk warga yg terkena DBD tidak ada, hanya ada satu bulan lalu ada warga yg terkena gejala atau suspect saja,” ujarnya.
Fogging tersebut dilakukan secara swadaya menggunakan uang kas warga. Menurut Achmad, warga memilih melakukan fogging mandiri karena pengajuan melalui puskesmas membutuhkan proses dan waktu.
“untuk biaya kami swadaya atau mendiri dari uang KAS warga cluster parma, karna kalo untuk mengajukan ke puskesmas butuh proses dan waktu yg lama,” katanya.
Selain fogging, warga diimbau tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan 3M Plus untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.
Achmad mengatakan kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga karena sebelumnya telah ada masukan agar dilakukan fogging.
“Alhamdulillah positif dan mereka merasa senang adanya program atau kegiatan fogging yang kami jalankan,” pungkasnya. (rez)











