RADARBEKASI.ID, SEOUL — Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae-myung memperingatkan Ukraina agar segera menyampaikan permintaan maaf resmi terkait pembocoran transfer tawanan perang asal Korea Utara (Korut). Jika tuntutan tersebut diabaikan, Seoul menegaskan bakal mengambil langkah diplomatik lanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Lee melalui akun X pribadinya di tengah memanasnya hubungan bilateral kedua negara. Kemarahan Seoul dipicu oleh langkah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang mengungkap proses pemindahan dua tawanan perang Korut ke Korea Selatan.
BACA JUGA : 26 Anggota Wantimpres Dilantik Prabowo, Ada Pratikno hingga Anwar Usman
Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa pengungkapan tersebut telah melanggar kesepakatan rahasia yang sebelumnya diminta sendiri oleh pihak Ukraina. Namun, Kyiv membantah keberadaan komitmen nonpengungkapan tersebut.
“Ukraina justru menyebut kemungkinan konflik militer antar-Korea sebagai tanggapan atas tuntutan permintaan maaf,” ujar Lee.
Lee menegaskan bahwa isu keamanan Semenanjung Korea seharusnya tidak dicampuradukkan dengan persoalan administratif transfer tawanan. Menurutnya, sengketa ini telah berkembang menjadi masalah kehormatan nasional yang menyangkut martabat rakyat Korea Selatan. (lyn/gas)









