RADARBEKASI.ID, BEKASI – PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi belum membuka penjaringan calon wakil bupati Bekasi. Partai berlambang banteng moncong putih itu masih menunggu penetapan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menjadi bupati definitif sebelum memulai komunikasi politik dengan partai koalisi.
Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Hendriek Lyston Sihotang, mengatakan partainya menunggu rekomendasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait penetapan Asep. Setelah itu, komunikasi politik dengan partai koalisi akan dilakukan untuk membahas pengisian kursi wakil bupati.
“Kita semua dari PDI Perjuangan masih menunggu hasil rekomendasi Kemendagri untuk penetapan dokter Asep sebagai bupati definitif. Setelah itu turun definitifnya, baru partai akan melakukan komunikasi politik dengan partai koalisi,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (12/10/2026).
Hendrik juga menepis anggapan bahwa partainya telah membahas tiga nama yang mencuat sebagai kandidat wakil bupati, yakni Usup Supriatna, Nuryadi Darmawan, dan Teddy Risandi. Menurutnya, nama-nama tersebut belum pernah dibahas dalam rapat pengurus partai.
BACA JUGA: Ketua PPP Kabupaten Bekasi Siap Bertarung Rebut Kursi Wabup
“Kami belum bisa berkomentar apa pun, karena semua keputusan di partai ini kita menganut asas demokrasi terpimpin. DPP mengatakan A, ya si A kita hormati. Jadi kalau pun hari ini muncul nama-nama tersebut, kami belum mengetahui. Karena di rapat-rapat pengurus belum pernah membahas itu,” jelasnya.
Selain nama-nama dari internal PDI Perjuangan, sejumlah nama dari partai koalisi juga mencuat. Menyikapi hal itu, Hendrik menilai secara etika politik, pengisian kursi wakil bupati menjadi hak PDI Perjuangan sebagai partai pemenang. Meski demikian, partainya tidak menutup pintu bagi nama-nama dari partai koalisi.
“Kembali lagi dalam diskusi politik antar koalisi ini siapa kira-kira kader yang mumpuni, bisa memimpin Bekasi dari sisi wakil bupati, kita sama-sama menghormati. Misalnya setelah hasil diskusi politik antar koalisi ini menetapkan salah satu kandidat merasa cocok Sarif (PPP,red) menjadi wakil bupati kita hormati juga,” katanya.
Hendrik memastikan partainya akan melakukan penjaringan kader internal setelah Asep ditetapkan sebagai bupati definitif. Namun, proses tersebut belum dimulai karena DPC masih menunggu arahan dari DPD PDI Perjuangan Jawa Barat maupun DPP.
“Dari partai sendiri pasti akan mencoba melakukan penjaringan di kader internal sendiri, yang pertama dari kader yang ada ini siapa yang bersedia, nanti dari internal akan menguji. Tapi itu belum dilakukan karena masih menunggu arahan atau perintah dari DPD Jawa Barat atau pun DPP,” jelasnya. (pra)











