Berita Bekasi Nomor Satu

Kolaborasi Bea Cukai Helat Klinik Ekspor CPNE, Dorong Peningkatan Eksportir dari UMKM

FOTO BERSAMA : Kepala KPPBC TMP A Cikarang, I Wayan Sapta Dharma (ketiga kanan) dan  Kepala KPPBC TMP A Bekasi, Winarko Dian (ketiga kiri) foto bersama para pengisi materi dalam acara Klinik Ekspor CPNE di Kantor Bea Cukai Cikarang, Cikarang Utara, Kamis (22/10).ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID,BEKASI – Anggapan bahwa prosedur ekspor itu rumit dan hanya milik industri berskala besar perlahan dikikis oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Melalui langkah kolaboratif lintas wilayah, Bea Cukai Cikarang bersama Bea Cukai Bekasi menggelar program pembinaan terintegrasi melalui Klinik Ekspor bertajuk Coaching Program for New Exporter (CPNE).

Agenda edukatif yang berlangsung di Aula Chandra Bhaga, Lantai 3 KPPBC TMP A Cikarang tersebut memfokuskan simulasi kemudahan regulasi ekspor.

Langkah ini diambil guna mendorong keberanian para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi berani melebarkan sayap ke pasar mancanegara.  

Kepala KPPBC TMP A Cikarang, I Wayan Sapta Dharma mengungkap bahwa peran Bea Cukai difokuskan pada pemberian asistensi regulasi dan pemahaman teknis kepabeanan, sehingga para pelaku usaha tidak lagi dibayang-bayangi oleh kerumitan administrasi.

“Dari sisi Bea Cukai, kami fokus pada regulasi terkait ketentuan ekspor dan memfasilitasi itu. Kami simulasikan bagaimana agar UMKM bisa ekspor tanpa berpikir bahwa prosedurnya susah,” ujar Wayan kepada Radar Bekasi di Cikarang Utara, Kamis (22/10/26).

Wayan menambahkan, peserta sengaja dibatasi sekitar 30 pelaku UMKM agar proses pendampingan berjalan lebih fokus, mendalam, dan berkelanjutan. Sinergi ini juga melibatkan Dinas Koperasi dan UMKM daerah, Kementerian UMKM, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), hingga jajaran legislatif.  

“Harapannya tentu bertambahnya jumlah eksportir dari UMKM. Mereka tidak hanya untuk pasar domestik atau lokal, tapi kita berikan gambaran betapa luasnya potensi ekspor,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala KPPBC TMP A Bekasi, Winarko Dian mengatakan program klinik ekspor menghadirkan ekosistem pendampingan yang lengkap.

Selain menghadirkan Fitri Rinaldi selaku Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian UMKM, kegiatan ini juga menghadirkan pemateri ahli lainnya seperti Siska Nurul C (CIO Logiscale), Arif Zuhdi (COO Logiscale), serta Mochamad Taufiq (Pj. Kabag Sertifikasi Produk dan Sistem Mutu) untuk memberikan pembekalan komprehensif mulai dari pembiayaan, standarisasi mutu, hingga rantai pasok logistik.  

“Alhamdulillah, sudah ada beberapa UMKM binaan yang berhasil mengekspor. Yang sudah berhasil diharapkan bisa menambah volume ekspornya, dan yang belum, kami berharap bisa segera merealisasikannya,” harap Winarko.

Terpisah, Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian UMKM, Fitri Rinaldi, menilai kolaborasi antar instansi pusat di daerah ini sangat penting dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal. 

“Program seperti ini sangat kita dukung karena merupakan bentuk kolaborasi unit pemerintah pusat antara Kementerian UMKM dengan Kementerian Keuangan dalam hal ini DJBC. Bea Cukai sangat konsen terhadap UMKM ekspor, dan kami punya program yang sama sehingga kolaborasi ini ujung-ujungnya meningkatkan kapasitas UMKM kita,” ungkap Fitri.  

Dari hasil tinjauan dan dialog langsung, Fitri optimistis terhadap kualitas produk lokal asal Bekasi yang dinilainya memiliki potensi pasar internasional yang kuat, bahkan beberapa di antaranya telah mampu menembus pasar Singapura dan Malaysia.

“Potensinya cukup baik. Tinggal bagaimana pemerintah pusat maupun daerah mendorong peningkatan kualitas, kapasitas produksi, serta membuka ruang informasi pasar. Dengan tahu kebutuhan pasar ekspor, kita bisa mempersiapkan UMKM jauh lebih awal,” pungkasnya. (ris)