RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR – Sebanyak 163 jiwa masih bertahan di tenda pengungsian pasca kebakaran yang menimpa kawasan permukiman semi permanen di RW 05 Durenjaya, Bekasi Timur akhir pekan lalu.
Kejadian itu juga menghanguskan tempat tinggal 36 Kepala Keluarga (KK). Kini, warga yang rumahnya terbakar sementara tinggal di tenda darurat yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Dua tenda yang dibangun BPBD tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Bekasi, Toni Kurniadi mengatakan, Untuk pengungsi pihaknya memang menyiapkan dua tenda darurat besar atau peleton.
Selain itu, kamar mandi portable berikut dengan tangki air serta fasilitas pendukung lainnya dipersiapkan. “Saat ini masih banyak donatur yang menyumbang makanan siap makan. Jadi kita belum buka dapur umumnya,” kata Toni saat ditemui di lokasi pengungsian korban kebakaran, Senin (2/8).
Fasilitas yang disiapkan, lanjut dia, dari dua tenda menampung 114 jiwa dan 35 KK. Sedangkan Tenda A (orange) akan ditempatkan balita dan ibu-ibu. Sedangkan untuk tenda B (hijau) untuk bapak-bapak dan anak usia 10 tahun ke atas.
“Kamar mandi portable kita siapkan tiga buah. Dua kita fungsikan untuk toilet dan satu kita siapkan untuk mandi,” ucapnya.
Hingga saat ini pihaknya belum bisa memprediksi sampai kapan pengungsi akan tinggal di tenda darurat.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), Lurah dan juga Camat terkait berapa hari pengungsi akan berada di tenda.
“Kita akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait ya waktunya sampai kapan. Karena saya belum tahu kapan. Pastinya nanti akan dibahas terkait berapa lama pengungsi di tenda,” terangnya.
Pihaknya mengklaim, stok kebutuhan pengungsi cukup untuk sepuluh hari kedepan. Termasuk obat dan kebutuhan bayi.
Di tengah Pandemi Covid-19 penerapan protokol kesehatan di tenda pengungsian juga menjadi perhatian.”Bagi pengungsi juga kita pantau Prokesnya dan jumlah pengunjung juga kita batasi supaya kesehatan pengungsi tetap terjaga,” ungkapnya.
Di tempat yang sama Nur (30) salah satu warga yang mengungsi karena rumah kontrakannya terbakar memilih untuk mengungsi karena dirinya belum memiliki uang untuk mengontrak di tempat yang baru. Dikarenakan, sejumlah barang berharga miliknya ikut hangus terbakar.
“Saya ngontrak di sini agar dekat kerja dengan Bos. Ya karena bos juga tempat usahanya terbakar dan saya juga ga ada uang jadi untuk saat ini saya di tempat pengungsian,” katanya.
Ia pun belum mengetahui akan kemana jika tempat pengungsian ini selesai. Karena belum ada uang untuk mencari kontrakan baru.
“Suami kerja serabutan. Jika tidak ada uang dan jika bos pindah saya akan ikut bos. Ya kalau makan minum saya dan anak di tenda Alhamdulillah tercukupi,” terang Nur yang memiliki balita.
Terpisah, Sekretaris RW 05 Kelurahan Durenjaya, Cecep Supriyadi mengatakan, dari kejadian kebakaran Sabtu lalu, yang terbakar sebagian besar lapak pemulung.
Di lokasi kebakaran total ada 36 KK dan 163 jiwa. Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi, saat ini untuk kebutuhan makan diklaim sudah tertangani. “Kita juga membuka posko donasi untuk penanganan hari-harinya,” kata dia.
Diakuinya bantuan kepada pengungsi untuk kebutuhan pokok makanan cukup sampai tujuh hari kedepan. Untuk kebutuhan bayi dan balita masih tersedia empat hari kedepan.
“Rencana kita maksimal untuk penanganan ini selama sepuluh hari. Jika dalam sepuluh hari stok logistik menipis tidak ada bantuan dan donasi. kita sudah koordinasi dengan Kemensos,” ujarnya.
Dirinya juga mengaku, belum ada pembahasan lebih lanjut dari Camat maupun Lurah.”Kita akan data dari sekarang warga yang mengungsi ini. Mau atau tidak ke Depsos atau mengikuti bos mereka. Domisili mereka (pengungsi) tidak berdomisili lingkungan,” jelasnya.
Pihaknya menjelaskan kemungkinan kerugian kebakaran mencapai Rp2 Miliar, karena di lokasi kebakaran ada pengusaha ayam dan ikan yang ikut terbakar.
“Intinya kita dan warga ingin pengungsi yang tinggal di lokasi kebakaran ikuti aturan di lingkungan. Kita akan bantu mereka,” tukasnya.(pay).











