Berita Bekasi Nomor Satu

PTM Tingkat SMA dan SMK Baru di Dua Sekolah

BELAJAR: Suasana PTM di SMAN 9 Kota Bekasi. Berdasarkan data yang dihimpun KCD Pendidikan Wilayah III, baru dua sekolah tingkat SMA yang menyelenggarakan PTM terbatas mulai 1 September 2021. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI
BELAJAR: Suasana PTM di SMAN 9 Kota Bekasi. Berdasarkan data yang dihimpun KCD Pendidikan Wilayah III, baru dua sekolah tingkat SMA yang menyelenggarakan PTM terbatas mulai 1 September 2021. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas tingkat SMA dan SMK belum dilaksanakan oleh semua sekolah. Sebab, satuan pendidikan masih memaksimalkan persiapan.
Berdasarkan data yang dihimpun Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III, baru dua sekolah tingkat SMA yang menyelenggarakan PTM terbatas mulai 1 September 2021. Yakni, SMAN 9 dan SMAN 5 Kota Bekasi.

“SMAN 9 Kota Bekasi menerapkan 30 persen siswa masuk dan SMAN 15 Kota Bekasi menerapkan 50 persen siswa masuk dengan sistem ganjil genap,” jelas Kepala KCD Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono kepada Radar Bekasi, Kamis (2/9).

Menurutnya Asep, pada tingkat SMK belum ada sekolah yang melaksanakan PTM. Sekolah yang diizinkan PTM berada di wilayah Kota Bekasi, sedangkan di Kabupaten Bekasi masih menunggu kebijakan pemerintah setempat.

Dijelaskan, belum banyaknya sekolah yang melaksanakan PTM karena mereka ingin melakukan persiapan semaksimal mungkin agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi kesalahan.

“Sekarang ini kan kota Bekasi sudah mengizinkan SMA dan SMK tatap muka. Melalui surat edarannya dijelaskan beberapa ketentuan, jika sekolah meras siap langsung saja PTM, dan sekolah tinggal konfirmasi ke KCD,” jelasnya.

Ia memperkirakan, sekolah yang menyelenggarakan PTM akan bertambah jika kesiapan sudah terpenuhi. “Ada sekolah yang menunggu vaksin kedua, ada juga sekolah yang sedang mengumpulkan surat izin orang tua. Jadi mungkin di hari Senin jumlahnya akan bertambah,” tuturnya.

Kepala SMAN 9 Kota Bekasi Mukaromah menjelaskan, pelaksanaan PTM yang mulai 1 September 2021 menerapkan pembelajaran dengan sistem daring yang dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka untuk beberapa jam. Siswa yang mengikuti belajar langsung hanya 30 persen.

“Kita menerapkan sistem 30 persen dengan proses pembelajaran hybrid learning,” terangnya.

Dari total 1.147 siswa, hanya 120 siswa yang melaksanakan PTM. Dengan jumlah 10 rombel yang diisi 12 siswa di masing-masing kelas, setiap harinya PTM diikuti oleh jenjang kelas berbeda.
“Setiap kelas kami isi 12 siswa dengan jumlah 10 kelas yang kami sediakan,” ucapnya.

Dalam pembelajaran PTM, siswa diberikan empat mata pelajaran disesuaikan dengan jadwal kelasnya masing-masing. Setiap mapel diberikan waktu satu jam.

“Kami masuk di jam 07.30-11.30 WIB, masing-masing mapel kita berikan waktu 60 menit,” katanya.

Ia memastikan, sekolahnya telah memenuhi kesiapan PTM, mulai dari sarana prasarana protokol kesehatan hingga izin dari orang tua siswa. Selain itu, guru dan siswa telah mengikuti vaksinasi.

“Siswa kami sudah divaksin, surat izin orang tua sudah dikantongi. Tetapi untuk melihat kemaksimalannya, kami coba di penerapan hadir 30 persen dulu,” pungkasnya. (dew/oke)