Berita Bekasi Nomor Satu

Generasi Muda Harus Menghadang Kampanye Hitam Kelapa Sawit

ILUSTRASI: Sejumlah mahasiswa Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi saat melaksanakan praktik. Generasi muda harus menghadang kampanye hitam kelapa sawit. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Generasi muda harus menghadang kampanye hitam kelapa sawit. Caranya dengan mengkampanyekan kontribusi positif industri kelapa sawit dalam berbagai aspek kehidupan lewat media sosial.

Hal itu terungkap dalam seminar nasional bertajuk “Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Black Campaign Kelapa Sawit”. Kegiatan ini dihelat oleh Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi secara daring, Selasa (1/3).

Diketahui, black campaign atau kampanye hitam kelapa sawit telah beredar di tingkat nasional maupun internasional. Direktur Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Nugroho Kristono mengatakan, generasi muda merupakan harapan bagi perkembangan kelapa sawit Indonesia.

“Sebagai penerus bangsa, generasi muda mesti lebih baik dalam menjaga sektor perkebunan kelapa sawit dari hadangan kampanye negatif,” ujarnya kepada Radar Bekasi.

Sementara, Ketua Yayasan Citra Widya Edukasi Djanadi Bimo Prakoso menambahkan, pihaknya mendukung seluruh pihak untuk terus bekerja keras dan bersama-sama membangun sektor perkebunan kelapa sawit agar menjadi lebih baik lagi.

Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Edwin Syahputra Lubis menyampaikan, seluruh pihak harus bersatu agar generasi muda tidak terpengaruh dengan isu-isu negatif kelapa sawit yang hanya kepentingan kompetisi industri.

“Kita harus bersatu terutama di dalam negeri pro dan kontra (isu negatif sawit) masih ada. Padahal industri sawit sangat berkontribusi dalam perekonomian petani sawit dan perekonomian nasional,” ujar Edwin saat menjadi materi pertama dalam seminar tersebut.

Berdasarkan penelitiannya di media sosial, masih ada sentimen negatif pada industri sawit masih sangat tinggi. Diketahui bersama, medis sosial di era teknologi digital dan keterbukaan informasi sangat berperan penting untuk menyebarkan informasi terkait dengan kontribusi sawit dalam kehidupan.

“Kami mengajak pada generasi muda terutama mahasiswa yang fokus di industri sawit untuk menggunakan akun-akun media sosial untuk mengkampanyekan positif industri sawit. Sehingga persepsi masyarakat pada industri sawit menjadi baik.Kalau kita bersatu dan tidak ada lagi kontra pada industri sawit maka dengan mudah menangkal isu negatif atau black campaign industri sawit dari luar (asing),” tuturnya.

Saat menjadi pemateri kedua, Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Achmad Maulizal Sutawijaya mengatakan, kontribusi sawit sangat besar baik bagi kehidupan sehari-hari hingga perekonomian nasional.

Antara lain mampu menekan angka kemiskinan di daerah terutama di wilayah sentra-sentra sawit. “Kedepan kita akan terus menyampaikan informasi dan sosialisasi manfaat sawit pada masyarakat melalui program-program kami. Sawit adalah anugerah Tuhan yang ada di Indonesia dan sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia,” terangnya. (dew/pms)