
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sosialisasi mengenai belajar.id kepada tenaga pengajar maupun peserta didik dinilai kurang gencar. Hal itu menyebabkan penggunaannya kurang maksimal.
Padahal, akun pembelajaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sudah hadir sejak 2020 untuk membantu proses mengejar di tengah pandemi Covid-19.
Pengawas Gugus 1 SD Kota Bekasi Supyanto menjelaskan belajar.id merupakan akun pembelajaran yang hadir sejak 2020. Akun itu diperuntukan untuk para pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa untuk mengakses berbagai kebutuhan belajar mengajar.
Menurutnya, belajar.id menyerupai seperti Gmail. “Serupa dengan Gmail, tapi di dalamnya lebih lengkap. Ada pengembangan guru, seperti video inspiratif, pelatihan mandiri dan perangkat ajar. Intinya lebih lengkap,” jelasnya, Minggu (6/3).
Dikatakan Supaynto, kurangnya sosialisasi mengenai belajar.id membuat sebagian guru tidak memahami dalam pembuatan akun. Sehingga penggunaannya kurang maksimal.
“Memang sosialisasinya tidak dilakukan secara masif, jadi penggunaannya kurang maksimal. Saat ini memang belum ada sanksi, tapi sebaiknya cepat menggunakan supaya tidak ketinggalan informasi,” tuturnya.
Akun belajar.id yang secara otomatis terkoneksi dengan Sitem Informasi Manajemen untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB) memiliki beragam manfaat. Antara lain, memudahkan kolaborasi antara kepala sekolah guru dan peserta didik, keamanan akun yang semakin meningkat, memudahkan guru pada sistem pembelajaran menggunakan aplikasi yang tersedia di Google jika sudah mengaktifkan akun belajar.id, memberikan space penyimpanan data bagi admin, guru dan siswa dengan kapasitas yang tidak terbatas, dan memudahkan dalam kegiatan pertemuaan.
“Guru memang harus masif dalam menggunakan akun belajar.id ini, karena banyak fasilitas yang bisa memudahkan guru maupun siswa,” katanya.
Guru SDN Jatiasih IV Kota Bekasi Surya mengungkapkan, akun belajar.id memudahkannya melakukan proses pembelajaran. “Akun ini memang sudah ada dari 2020, saya sudah coba buat aktifin. Tapi memang baru-baru ini mulai gunainnya,” katanya.
Menurutnya, bahwa manfaat dari akun belajar.id. Ia mengaku, sosialisasi mengenai akun pembelajaran ini kurang masif. “Memang benar sosialisasinya tidak masif, jadi di sekolah saya juga belum banyak guru menggunakan akun belajar.id,” pungkasnya. (dew)











