Berita Bekasi Nomor Satu

Lulusan Perguruan Tinggi Bersaing Ketat Cari Kerja

ILUSTRASI: Sejumlah mahasiswa UNKRIS melakukan aktivitas di halaman kampus. Lulusan mahasiswa akan bersaing ketat dalam mencari kerja. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi meluluskan ratusan mahasiswa setiap tahunnya. Di tengah kondisi pemulihan ekonomi, para lulusan akan menghadapi persaingan yang ketat dalam mencari pekerjaan.

Rektor Universitas Bina Insani Indra Muis menjelaskan, setiap tahunnya perguruan tinggi Bina Insani meluluskan 225 – 250 mahasiswa. Melihat jumlah kelulusan mahasiswa setiap tahunnya dan peluang pekerjaan yang ada, pihaknya menilai bahwa mahasiswa membutuhkan bekal yang cukup untuk bersaing.

“Pekerjaan tidak sulit didapatkan, tapi dalam kondisi saat ini yang kita tahu ekonomi baru kembali pulih. Rasanya mahasiswa tidak dengan mudah bisa mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Rabu (27/4).

Menurutnya lulusan mahasiswa di masa pandemi akan bersaing secara ketat dalam mencari pekerjaan dengan para pekerja yang sebelumnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Tantangan lulusan perguruan tinggi utamanya bersaing dengan pencari kerja yang korban PHK. Selain itu jumlah lowongan yang relatif lebih sedikit, saya perkirakan seleksinya akan sangat ketat,” katanya.

Kendati demikian perguruan tinggi menyampaikan kepada para lulusannya bahwa peluang pekerjaan tidak menjadi tujuan utama. Sebab, jiwa entrepreneur harus dimiliki oleh setiap mahasiswa.

“Persaingan memang cukup ketat, tapi lulusan mahasiswa tidak perlu khawatir karena banyak peluang entrepreneur yang bisa dimanfaatkan,” ucapnya.

Perguruan tinggi juga sudah menyiapkan para lulusan untuk menguasai capaian pembelajaran sesuai dengan kurikulum dari masing- masing program studi.

“Jadi meskipun persaingan yang ketat, saya yakin mahasiswa bisa lebih fighting dalam mencari peluang,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Rektor Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi Hermanto. “Secara normal kami setiap tahunnya meluluskan 400 sampai dengan 500 mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya dalam persaingan yang cukup ketat saat ini, perguruan tinggi yakin lulusan mahasiswa dapat memanfaatkan peluang yang ada. “Kami punya mata kuliah enterpreneur dan kami sangat menguatkan siswa di mata kuliah tersebut. Jadi saya yakin mahasiswa punya kekuatan lebih untuk menghadapi persaingan saat ini,” katanya. Persaingan menjadi hal yang wajar dalam dunia pekerjaan, sehingga mahasiswa harus bisa menghadapi hal tersebut. “Persaingan memang menjadi hal yang wajar, namun memang PHK itu menjadi tren di masa pandemi. Sehingga mahasiswa harus lebih siap lagi dalam bersaing,” tukasnya. (dew)