Cikarang

Penanganan Limbah B3 jadi Perhatian

Sekretaris Dinas Kesehatan, Alamsyah.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi berharap, para pengusaha pengelola limbah, khususnya Bahan Beracun Berbahaya (B3) selama masa pandemi Virus Corona (Covid-19) untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan penampungan-nya. Karena sifat virus sangat menyukai tempat yang lembab dan kotor.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan, Alamsyah saat menghadiri rapat koordinasi pembahasan tindak lanjut penanganan percepatan penaganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

Pria yang juga juru bicara Pemkab Bekasi untuk Covid-19 menambahkan, untuk pengelolaan sampah, khususnya limbah B3, perlu menjadi perhatian semua pihak. Sehingga virus tidak berkembang biak dan menjadi bertambah banyak.

“Pada saat rapat, hal itu sudah saya sampaikan. Nantinya yang bertanggung jawab dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun yang terpenting adalah tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih. Karena virus penyebaran Covid-19 ini sangat cepat, dan lebih senang di tempat kotor maupun lembab,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt( Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Peno Suyatno belum dapat memberi penjelasan terkait pengawasan pengelolaan limbah B3 yang di Kabupaten Bekasi. “Wah nanti saya rapatkan terlebih dahulu ya,” jawabnya usai menghadir rapat koordinasi, di ruang rapat Bupati Bekasi.

Dia mengakui, ada pembahasan maupun masukan terkait pengelolaan limbah B3 saat rapat koordinasi. Namun hal itu akan ditindak lanjuti bersama jajaran-nya dalam rapat internal.

“Langkah awal kami akan rap di internal dulu, setelah itu baru turun langsung ke kawasan yang ada di Kabupaten Bekasi, khususnya ke tempat pemusnahan limbah B3 yang ada di kawasan MM 2100,” tutur Peno.

Kemudian, lanjut Peno, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan, dan membuang sampah pada tempatnya.

“Selain limbah B3, limbah lain-nya serta masalah kebersihan juga akan menjadi perhatian kami. Terutama dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang saat ini masih kepenuhan (overload), dengan tetap mengedepankan pelayanan kebersihan bagi masyarakat,”  janjinya. (and)

Close