Berita Bekasi Nomor Satu

Positif Covid-19 Membludak

Illustrasi : Pegawai Pemkot Bekasi membersihkan ruang perawatan untuk pasien Covid-19 di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (8/9). Pemkot Bekasi menyiapkan 100 tempat tidur pasien Covid-19 untuk antisipasi jika daya tampung rumah sakit tidak mencukupi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI
RUANG PERAWATAN : Pegawai Pemkot Bekasi membersihkan ruang perawatan untuk pasien Covid-19 di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (8/9). Pemkot Bekasi menyiapkan 100 tempat tidur pasien Covid-19 untuk antisipasi jika daya tampung rumah sakit tidak mencukupi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi terus bertambah. Sejak Maret lalu sudah 2.072 warga terpapar virus tersebut. Akibatnya, tempat tidur pasien yang disiapkan di RSUD dan RS rujukan lainnya hampir tak menampung lagi. Pemerintah Kota Bekasi akhirnya memfungsikan RS Darurat di Stadion Patriot Candrabhaga.

Awal pekan ini, dari total 60.722 alat rapid yang digunakan dan 38.232 pemeriksaan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Sejak Maret hingga September, diketemukan kasus terkonfirmasi sebanyak 2.072, lalu 1.746 diantaranya sembuh, 72 kasus meninggal, 254 kasus aktif dalam perawatan dan isolasi mandiri. Sebaran kasus tertinggi berada di wilayah Kecamatan Bekasi Utara, Bekasi Timur, dan Bekasi Barat.

Pada September ini saja, jumlah kasus aktif tersebar di 46,1 persen wilayah Kota Bekasi, atau di 37 kelurahan, dari total 56 kelurahan di Kota Bekasi. Kasus penyebaran Covid-19 di klaster keluarga masih menjadi perhatian serius. Hingga saat ini tercatat 196 keluarga terpapar Covid-19. Kasus aktif saat ini sebanyak 25 keluarga, masih dalam evaluasi dan pemantauan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bekasi.

“Yang terkonfirmasi itu ada 37 kelurahan, artinya 46,1 persen (dari total kelurahan di Kota Bekasi). Bayangin tinggi banget kan?,” ungkap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Selasa (8/9).

Sebaran kasus tertinggi berada pada warga dengan rentang usia 30 hingga 50 tahun. Sementara tercatat 211 anak usia 0 hingga 18 tahun terpapar Covid-19. Sebaran kasus dilingkungan industri, Kota Bekasi mencatat satu kasus, disamping laporan warganya yang terpapar Covid-19 dari 3 lingkungan industri di Kabupaten Bekasi.

Tercatat saat ini rasio pasien sembuh 84,2 persen, sementara angka kematian 3,4 persen. Meskipun angka kesembuhan terbilang cukup tinggi, namun penambahan penyebaran kasus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk ditekan. Angka Positivity Rate atau perbandingan jumlah kasus terkonfirmasi positif dengan jumlah sampel yang diuji mencapai 10,4 persen, Rate Of Transmission (RT) atau rasio penularan mengalami kenaikan dari tanggal 2 September lalu sebesar 1,52 menjadi 1,55.

“Tapi memang saya berpesan kepada seluruh warga Kota Bekasi, sekarang ini transmisi keluarga dan transmisi airborne (penyebaran melalui udara) itu sangat tinggi,” tambahnya.

Menurutnya, hanya ada satu cara untuk menekan penyebaran kasus, yakni kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan. Persoalan lain dibalik tingginya angka penyebaran kasus adalah kapasitas rumah sakit saat ini mendekati penuh dari jumlah bed yang disediakan.

Sebelumnya, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) menyampaikan 90 persen kapasitas tempat tidur sudah terisi, dari total 120 tempat tidur yang telah disediakan khusus pasien Covid-19. Sementara di RSUD Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi, dari 117 tempat tidur yang disediakan, 90 diantaranya telah terisi.”Hampir 90 (tempat tidur), tapi itu dengan pasien dari luar kota bekasi. Kalau kita tutup (bagi pasien dari luar Kota Bekasi) itu bisa sekitar 50an (yang terpakai),” tukasnya.

Dalam waktu dekat ini RS darurat penanganan Covid di Stadion Patriot handrabhaga segera digunakan. Dinkes dan Dirut RSUD Chasbullah Abdulmajid diminta menyediakan Hepa Filter. Rencananya RS darurat ini akan diperuntukkan isolasi mandiri kasus positif, untuk menekan penyebaran di lingkungan keluarga.

Sebanyak 100 tempat tidur ini akan dipergunakan bagi warga yang diketahui kondisi rumahnya tidak mendukung untuk melakukan isolasi mandiri. Termasuk usulan pengadaan alat PCR portable juga rencananya dilakukan untuk menambah kapasitas uji sampel yang sempat membludak di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), alat PCR portable diberikan kepada RSUD tipe D sehingga proses uji sampel dapat terurai.

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2020 kembali dilakukan hari ini, beberapa usulan kegiatan prioritas untuk penanganan Covid diajukan. Salah satunya adalah pengadaan alat PCR untuk pengujian sampel.

“Supaya di Labkesda ini tidak menumpuk, karena sehari saja bisa 400 sampel, makanya diperlukan pengadaan PCR, wajar karena angkanya tinggi,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi saat dijumpai.

Dia meminta kepada Dinkes dan RSUD untuk bersinergi melakukan upaya penanganan dan fokus terhadap langkah promotif dan preventif ditengah masyarakat. Dia meminta kepada aparatur mulai dari tingkat kelurahan hingga Organisasj Perangkat Daerah (OPD) untuk kembali giat melakukan razia di lingkungan masyarakat dan ruang publik, memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Bila perlu, disertakan sanksi sosial untuk menimbulkan efek jera kepada masyarakat.

“Kalau memang razia itu tidak dilakukan, makanya tadi, pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi masyarakat, makin banyak terus penyebaran, di satu sisi rumah sakit sudah kwalahan,” tandasnya.

Hasil rapat komisi IV DPRD Kota Bekasi dengan RSUD, total 85 kamar tidur sudah terisi. Termasuk jika RS darurat digunakan, ia meminta untuk sarana dan prasarana yang diperlukan untuk dilengkapi guna menangani kasus positif yang ditemukan.

Kemunculan kasus pada klaster perusahaan, ia meminta kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk benar-benar melakukan monitoring protokol kesehatan yang diberlakukan. Selain itu, perusahaan juga diminta untuk bekerjasam dengan serikat pekerja dan serikat buruh dalam penanganan Covid-19. (Sur)