Metropolis

Tenaga Kesehatan RS Darurat Terbatas

STERILISASI: Petugas medis disemprot disinfektan usai berinteraksi dengan pasien OTG di Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi,beberapa waktu lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tenaga Kesehatan (Nakes) yang ikut serta menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat untuk pasien isolasi mandiri masih terbilang minim. Padahal lonjakan kasus masih terjadi. Hingga saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi terus mengajukan permohonan menambah pegawai ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Provinsi Jawa Barat untuk memaksimalkan penanganan kasus Covid-19 di Kota Bekasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawaty mengatakan, saat ini pihaknya mengalami kekurangan tenaga analis kesehatan dan dokter serta petugas kesehatan lainnya.

“Benar kita masih kekurangan tenaga analis, dokter dan petugas kesehatan ya. Oleh karena itu kita masih merekrut, karena masih belum terpenuhi. Apalagi sekarang kita masih tinggi kasusnya, sehingga ini kita betul-betul membutuhkan tenaga,” kata Tanti sapaan akrabnya saat ditemui Radar Bekasi, usai menghelat rapat di DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (19/10).

Lanjut Tanti, tenaga kesehatan termasuk analis dan dokter ada namun jumlahnya belum ideal untuk menangani pasien Covid-19 yang saat ini masih mengalami peningkatan. Apalagi Nakes dituntut 24 jam siaga untuk menangani pasien. Untuk petugas laboratorium  atau analis kesehatan saat ini ada 12 orang dan masih dibutuhkan delapan analis.

Untuk dokter penanggungjawab diakuinya cukup satu, di laboratorium. Namun perlu penambahan dokter untuk memonitoring dan visitasi  di RS Darurat Stadion Patriot Candrabhaga dan The Green Hotel.

“Dokter kita baru ada tiga ya, kurang tiga dokter lagi. Nantinya akan di tempatkan di Green Hotel dan Stadion Patriot Candrabhaga. Tapi kita kendalikan dari GOR dulu,” ucap dia.

Untuk tambahan Nakes, selain di dua RS Darurat, juga membantu tenaga kesehatan di sejumlah puskesmas di Kota Bekasi yang membutuhkan tenaga tambahan.

“Ya karena mereka melayani sejak Februari 2020 melayani kasus ini, coba bayangkan. Pengajuan sendiri kita terus pengajuan ke TAPD dan pendampingan. Dan sekarang pun ada pendampingan dari masyarakat kemarin ada sembilan orang pendidikan minimal D3, serta dari Provinsi Jabar pun kita sudah mengusulkan kita utamakan tenaga kesehatan. Kita akan terus usulkan jika memang kita masih membutuhkan,” pungkasnya. (pay)

 

Back to top button