Metropolis

Keluhkan Air Kotor dan Bau

TERCEMAR LIMBAH: Seorang anak menutup hidupnya dengan masker melintasi dekat saluran Irigasi yang mengeluarkan buih dan aroma tak sedap di Jalan Kemakmuran Margajaya Bekasi Selatan Kota Bekasi, Kamis (12/11). Kali Bekasi yang tercemar limbah membuat air baku PDAM TP terkendala disalurkan dan dikeluhkan pelanggan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kali Bekasi yang menjadi sumber air baku Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Patriot (PDAM TP) kembali tercemar. Dampaknya, produksi terganggu.

Sejumlah pelanggan pun mengeluhkan kualitas air kotor dan berbau yang mengalir ke rumah mereka. Keluhan tersebut disampaikan melalui kolom komentar pada unggahan akun @tirtapatriot (lihat grafis).

Humas PDAM TP Endar Hifdzuddin Maemunandar menjelaskan, Kali Bekasi tercemar sehingga produksi terganggu. Menurutnya, terdapat bahan kimia pada air yang tidak bisa hilang dan sampai ke pelanggan di wilayah pelayanan Bekasi Utara, Bekasi Barat, dan Medan Satria.

Pria yang akrab disapa Endar ini menyampaikan, upaya penanganan maksimal dalam pengolahan air bersih sudah dilakukan. Diakui, selama satu tahun ini pihaknya telah menerima dua kali keluhan serupa akibat pencemaran Kali Bekasi.

Menurutnya, kejadian kali ini mulai bisa teratasi dibandingkan yang terjadi sebelumnya.”Sekarang ini perlahan sudah mulai teratasi dengan cara pengurasan di titik-titik lokasi. Supaya air yang bau terbuang, saya harap maklum memulihkan tidak bisa cepat karena air limbah masih mengalir di Kali Bekasi. Ya mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa teratasi,” ungkapnya.

Dikatakannya, banyak industri di wilayah Kabupaten Bogor membuang limbah di Sungai Cileungsi sebagai salah satu hulu Kali Bekasi. Hal itu berdasarkan informasi yang ia terima.

“Itu rutin ya mereka membuang limbah. Itu kita dapat info tersebut dari para penggiat lingkungan di sana (Kabupaten Bogor),” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, limbah yang dibuang saat hari libur itu sampai ke Kali Bekasi dua hari kemudian. Dengan demikian, sumber air baku PDAM TP tercemar.

Diketahui, sebesar 80 persen sumber air baku PDAM TP berasal dari Kali Bekasi dan sisa Kali Malang. Pencemaran Kali Bekasi yang terjadi berulang itu sudah dilayangkan protes ke pemerintah pusat sejak 2016 agar kondisi sumber air baku tetap terjaga.

Selain itu, berbagai upaya pengelolaan kualitas air pun telah dilakukan oleh perusahaan. Namun, hasilnya tak maksimal. “Optimalisasi pengelolaan air baku sudah kita lakukan, tetapi kualitas bau atau aroma tak sedap masih ada gitu loh,” ucapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyerahkan sampel air di pengelolaan PDAM TP ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk diteliti. Meskipun DLH telah berupaya mengatasi pencemaran, tetapi belum mampu menyelesaikan kondisi tersebut.

“Jadi yang harus melakukan tindakan secara agresif untuk memutus kondisi ini tuh, ya (pemerintah) provinsi dan pusat sebenarnya,” pungkasnya. (pay)

Back to top button