Metropolis

Tindak Tegas Pencemar Kali Bekasi

PENCEMARAN : Seorang anak menggunakan masker melintas di Saluran Irigasi Kali Bekasi yang diduga tercemar.RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penanganan kasus pencemaran Kali Bekasi belum juga menemukan titik terang. Bahkan pencemaran terus berulang.

Kondisi air yang hitam pekat, berbuih dan mengeluarkan aroma tak sedap dirasa cukup mengganggu sejumlah warga bantaran kali dan pengendara. Bahkan pencemaran itu juga mengganggu kualitas air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik Pemkot Bekasi.

Kasi Pencemaran pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Erfan Hikmatullah mengatakan, untuk kasus pencemaran pihaknya sudah melaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pusat.

“Kami juga punya tim patroli provinsi karena Kali Bekasi melibatkan beberapa wilayah. Akan tetapi di wilayah Kota Bekasi terus kita telusuri,” kata Erfan ketika dihubungi Radar Bekasi, Rabu (18/11).

Pihaknya juga tidak menampik ada sejumlah perusahaan yang terindikasi membuang limbah ke Kali Bekasi. Namun sejauh ini belum ada upaya tegas yang dilakukan.

“Ya ada saja ya, perusahaan di Kota Bekasi terindikasi membuang limbah gitu, tapi tidak terlalu banyak. Tapi kita telusuri terus,” ucap dia.

Sejauh ini pihaknya baru sebatas melakukan penelusuran dan belum membeberkan mana saja perusahaan yang diduga melakukan pencemaran, utamanya di wilayah Kota Bekasi.

Sementara, penelusuran yang dilakukan diklaim tidak seperti biasanya yakni di malam hari. Menurutnya, perusahaan membuang limbah kebanyakan di malam hari dan saat hujan.

“Kita telusuri dengan teman-teman tim katak, tim patroli dari Provinsi. Dan yang pasti sudah kita pastikan ada yang terindikasi lah. Perusahan mana dan lokasinya dimana belum bisa kita sebutkan ya,” terangnya.

Dirinya berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pusat segara menindaklanjuti agar dapat membuat efek jera kepada perusahaan yang terindikasi melakukan pencemaran.

“Kita akan terus telusuri ya, dari teguran sampai tindakan tegas pasti akan kita lakukan,” ungkapnya. (pay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × two =

Back to top button