BekasiBerita Utama

Vaksinasi Bekasi di 210 Tempat

VAKSIN TIBA DI KOTA BEKASI : Petugas menurunkan Vaksin Covid-19 Sinovac dari truk untuk ditempatkan di ruang pendingin di UPTD Instalasi Farmasi Bekasi, Jalan Bayan 1 Mustika Jaya, Kota Bekasi, Selasa (12/1). Pemerintah Kota Bekasi menerima 14.060 vaksin Sinovac pada tahap pertama yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan di Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jawa Barat dilaksanakan mulai pekan ini, distribusi vaksin dari pemerintah provinsi telah diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. Vaksin pertama kali bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) dan seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Informasi terakhir yang dihimpun oleh Radar Bekasi, vaksinasi pertama kali dilakukan di tujuh daerah, yakni Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Pemerintah Kota Bekasi telah menerima vaksin, diantar bersamaan dengan vaksin yang akan diberikan kepada Pemerintah Kota Depok, saat ini tersimpan di instalasi farmasi, Jalan Bayan I, Nomor I, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Kota Bekasi menerima Vaksin Sinovac sebanyak 14.060 vial, tiba di instalasi farmasi sekira pukul 13.00 WIB. Sesuai dengan rencana awal yang telah disusun oleh pemerintah, vaksinasi dilakukan mulai Januari ini. Namun, Dinkes Kota Bekasi belum menetapkan tanggal pelaksanaan vaksinasi tahap satu dengan alasan saat ini masih mempersiapkan perangkat dan keperluan penunjang vaksinasi.

“Sesegera mungkin nantinya akan kita selesaikan hal ini, dan untuk pelaksanaan vaksinasi tersebut,” kata Kepala Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati saat dijumpai di lokasi, Selasa (12/1).

Saat ini total 120 Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) siap untuk menjadi lokasi vaksinasi, dengan total vaksinator sebanyak 120 orang yang telah diberikan pelatihan vaksinasi. Pihaknya juga telah membentuk tim ahli yang terdiri dari dokter spesialis untuk menangani Kejadia Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Minggu ini seluruh perangkat dan fasilitas penunjang vaksinasi direncanakan rampung untuk memulai vaksinasi. Sementara menunggu, vaksin disimpan di instalasi farmasi guna menjaga suhu tertentu yang diperlukan untuk tetap menjaga vaksin dapat digunakan.”Kita mencoba yang amannya itu dengan menggunakan cold chain untuk menyimpan vaksin tersebut, karena harus dengan suhu tertentu,” tambahnya.

Selain menggunakan rantai dingin (cold chain) dan termos (vaksin Carrier) untuk membawa vaksin menuju lokasi imunisasi, alternatif yang dapat digunakan adalah kulkas dua pintu. Alternatif tempat penyimpanan ini lumrah telah dimiliki oleh seluruh Faskes, degan catatan tidak boleh dibuka tutup.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menetapkan vaksinasi tahap satu di wilayahnya mulai pekan ini. Hal ini disampaikan saat memberikan keterangan mengenai perkembangan penanganan Covid-19.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menjabarkan bahwa dua hal yang ditunggu sebelum memulai vaksinasi, yakni label halal dari Majelis Ulama Indoneeua (MUI) dan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) sudah dikeluarkan. Vaksin akan diberikan kepada Nakes dan kepala daerah, di tingkat provinsi akan diberikan kepada Wakil Gubernur Jawa Barat dan Forkopimda.

“Kemudian selanjutnya adalah Bupati, Wali Kota, bersama Forkopimda juga,” ungkapnya.

Ikut sertanya kepala daerah bersama dengan Nakes di dalam prioritas penerima vaksin ini disebut untuk meyakinkan masyarakat yang dinilai sangat penting dan solusi satu-satunya pada masa pandemi. Saat ini ia menyampaikan jumlah vaksinator sudah mencapai 11 ribu orang, rencananya akan digandakan sampai empat kali lipat guna mempercepat proses vaksinasi.

Pihaknya menargetkan vaksinasi di wilayah Provinsi Jawa Barat ditarget selesai selama enam bulan, dengan syarat memperbanyak vaksinator empat kali lipat dari jumlah saat ini, serta memperbanyak lokasi vaksinasi dua kali lipat dari jumlah yang ada saat ini.

Ia juga menyinggung persentase pengetahuan masyarakat terhadap vaksinasi di wilayah Provinsi Jawa Barat. Dijabarkan 75 persen masyarakat telah mengerti, 25 persen diantaranya tidak tahu mengenai vaksinasi.

“Hasil surveinya warga yang faham tentang vaksinasi baru 75 persen, jadi ada 25 persen mungkin yang di daerah-daerah terpencil yang tidak tahu apa itu vaksinasi covid, bagaimana, dimana, dan sebagainya,” tambahnya.

Sementara di Kota dan Kabupaten Bekasi, survei yang dilakukan oleh Radar Bekasi pada pertengahan Desember 2020 lalu, 51 persen masyarakat belum menentukan kesediaannya sebagai sasaran penerima vaksin. Di luar itu, 21,5 persen warga menyatakan tidak bersedia sebagai sasaran penerima vaksin, 27,5 persen menyatakan bersedia sebagai solusi di tengah pandemi.

Beberapa waktu yang lalu, baik Wali Kota Bekasi maupun Wakil Wali Kota Bekasi telah menyampaikan kesediaannya sebagai penerima vaksin yang pertama. Hal ini dilakukan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat atas proses vaksinasi yang akan dilaksanakan.

“Kalau ke saya (yang pertama) juga boleh, kapan saja boleh. Tapi kan harusnya pemimpin itu belakangan, tidak mementingkan kepentingan bahwa pemimpin itu harus di vaksin dulu, sementara Nakesnya belakangan,” kata Rahmat beberapa waktu lalu.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengaku belum bisa memastikan kapan distribusi vaksin dilakukan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut perihal itu. Walaupun beberapa daerah, seperti Kota Bekasi, sudah menerima vaksin Covid-19 itu.

Menurutnya, yang menjadi prioritas pertama dalam pemberian vaksinasi yaitu, dari tenaga medis atau kesehatan. Sedikitnya ada 12.234 tenaga kesehatan yang telah diajukan mendapat vaksin.

Kendati demikian, dia menegaskan ada 90 tempat yang disiapkan untuk vaksinisasi warga kabupaten Bekasi yakni 46 rumah sakit, 44 pusat kesehatan masyarakat, dan satu klinik.”Untuk lokasinya sudah siap, termasuk tenaga kesehatan. Sekarang tinggal menunggu vaksinnya saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarty menambahkan, distribusi vaksin ke Kabupaten Bekasi ini diundur menjadi tahap II. “Kabupaten Bekasi belum dapat distribusi. Rencana tahap kedua. Tapi jadwalnya belum dipastikan,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, belum mengetahui dengan pasti alasan pengunduran distribusi vaksin ke Kabupaten Bekasi. Padahal kata Sri, awalnya vaksinasi bakal digelar serentak bersama daerah lainnya yakni pada Kamis (14/1), sehari setelah vaksin pertama diberikan pada Presiden Joko Widodo.

Namun dirinya menduga, vaksin tahap kedua kemungkinan bakal digelar di akhir bulan ini meski belum diketahui waktu pastinya. “Masih tunggu vaksin dari pusat. Insya Allah akhir bulan ini (vaksinasi),” ucapnya.(sur/pra)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button