Berita UtamaPolitik

PDIP Dirikan Dapur Umum

Bantu Warga Terdampak Banjir

PDIP
DAPUR UMUM : DPC PDIP Kota Bekasi membuka dapur umum untuk warga korban banjir selama tiga hari kedepan. HARI FAUZAN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi, membuat sebagian warga harus mengungsi. Melihat kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bekasi membuka Posko Dapur Umum Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) di kantornya selama tiga hari kedepan.

Wakil ketua Bidang penanggulangan bencana, Kesehatan, perempuan dan anak, Enie Widhiastuti mengatakan,setiap harinya ratusan nasi bungkus dibagikan ke warga yang rumahnya terendam air atau masih dipengungsian.

“Dan untuk saat ini berdasarkan pemantauan Baguna, serta hasil rapat tadi malam jajaran pengurus akhirnya kami buka posko ini untuk membantu korban banjir di empat titik dalam bentuk nasi bungkus. Dan di hari pertama ini, kita siapkan 700 buah untuk dibagikan ke 4 titik tersebut,” jelasnya.

Enie menyebut, dari empat titik yang disasar pihaknya itu masing-masing, satu RW di Kel Margahayu, satu RW di Bekasijaya, lalu satu RW di Margamulya, dan di Telukpucung. Dari empat titik ini, nantinya akan dibagikan nasi bungkus sebanyak dua kali, siang dan sore.

“Jadi, rencananya kita buka posko selama 3 hari untuk sementara ini sambil lihat situasi. Yang jelas, selama memang masih ada yang membutuhkan bantuan kami siap,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Baguna PDI Perjuangan Kota Bekasi, Syamsuardi menambahkan, tugas kemanusiaan yang dilakukan pihaknya saat ini adalah salah satu diantara kegiatan Baguna, karena selain ini ada kegiatan rutin yang memang menjadi program organisasi tersebut.

“Iya, jadi bukan cuma saat musibah banjir aja tapi kami punya agenda tugas kemanusiaan yang rutin dilaksanakan. Dan kebetulan, kita program rutinnya yang sedang berjalan itu seperti penyemprotan disinfektan ke rumah warga dan pembagian masker tiap minggu yang biasa kita lakukan hari sabtu. Sampai hari ini, catatan kami masih ada 48 agenda lagi yang belum terlaksana,” katanya.

Menurutnya, program yang dilakukan timnya bertujuan untuk meringankan kesulitan dan beban masyarakat. Kedua, karena ini adalah amanat partai yang mau tidak mau itu harus dilaksanakan, dan tak hanya masalah banjir tapi juga masalah lainnya.

“Yang jelas, kami terus bergerak untuk dapat membantu masyarakat, tak hanya persoalan banjir saja tapi apa saja. Bahkan, rencananya kita mau bersih-bersih kali juga cuma waktu saja belum ditentukan,” pungkasnya. (mhf)

Related Articles

Back to top button