Metropolis

Target Investasi Rp8 Triliun

 

ILUSTRASI: Pengendara melintas di jembatan flyover Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Rabu (17/3). Pemkot Bekasi menargetkan investasi tahun 2021 mencapai Rp8 triliun. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi manargetkan investasi sebesar Rp8 triliun lebih pada tahun 2021. Untuk mencapai target, kemudahan pengurusan perizinan bakal dilakukan.

Hal itu juga ditegaskan Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS), Andy Afriandy Raumanen.

Dengan kemudahan perizinan diklaim akan menjadi salah satu daya tarik investor untuk masuk dan menanamkan modalnya di Kota Bekasi.

“Kemudahan perizinan, DPMPTS sudah membuat terobosan melalui pelayanan perizinan cetak mandiri. Dari 69 perizinan 66 itu sudah bisa dilakukan secara online cetak mandiri oleh pemohon,” kata Andy sapaan akrabnya, kepada Radar Bekasi, Kamis (18/3).

Kemudian, pemohon bisa memantau proses berkas yang diproses sudah sejauh mana.

Pihaknya juga telah membuka portal pelayanan pengaduan informasi untuk membantu masyarakat dalam memproses perizinannya.

“Aplikasi yang kita siapkan Silat Bekasi Kota.co.id, masyarakat bisa mendownload aplikasinya. Membuat izin hanya tinggal meng-upload persyaratannya. Hari itu mendaftar hari itu juga mendapatkan NIB nya melalui email,” ucapnya.

Dirinya juga tidak memungkiri bahwa target tahun 2020 tidak tercapai. Dari target Rp7 triliun lebih hanya tercapai Rp6 triliun lebih. Itu di karenakan Pendemi Covid-19, yang di rasakan tidak hanya Pemkot Bekasi namun di sejumlah daerah di Indonesia.

Selain itu, dengan adanya Undang-undang Cipta Kerja, investasi di Kota Bekasi diklaim dapat menggeliat kembali. Karena kemudahan perizinan menguntungkan pelaku usaha.

“Kita harapkan tidak hanya investasi, ekonomi di masyarakat juga dapat berkembang dan terbukanya lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, ia menjelaskan, data pengembang tahun 2020 untuk perumahan sebanyak 64,

hotel lima, mal satu, gudang sebanyak 33, industri 11. Data pengembang 2021 sampai

Februari, untuk perumahan ada lima, gudang empat dan industri satu. Data tersebut menurutnya, baru di bulan Februari.

”Kedepan juga kami telah mendata akan banyak investor yang akan menanamkan modalnya di Kota Bekasi. Kita lihat banyaknya proyek strategi di Kota Bekasi yang berjalan. Dan nanti juga akan disusul dengan investor lainnya,” terangnya.

Dengan adanya pelayanan online dan Mall Pelayanan Publik (MPP) dapat mendekatkan masyarakat yang membuat perizinan usahanya.

Namun, program promosi investasi juga dilakukan dalam rangka pemulihan ekonomi di Kota Bekasi di masa Pandemi.

“Intinya masih banyak investor yang sedang proses. Kita mencatat yang mendominasi adalah di kontruksi dan dapat mendongkrak investasi kita. Kita optimis ya terget investasi tercapai Rp8 triliun lebih,” tutupnya. (pay)

Related Articles

Back to top button